06 June 2023, 19:47 WIB

Kemajuan dan Harapan Baru dalam Memerangi Berbagai Jenis Kanker


Adiyanto |

Pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology (ASCO), yang berakhir di Chicago, Amerika Serikat, pada Selasa (6/6) menghasilkan kemajuan baru dalam memerangi penyakit kanker. Berikut beberapa di antaranya yang disarikan dari AFP.

Kanker paru

Salah satu hasil uji coba yang menimbulkan kehebohan di Chicago baru-baru ini telah membangkitkan harapan akan senjata baru melawan kanker paru-paru, jenis kanker yang paling mematikan dari semua jenis kanker lainnya. Para ahli mengatakan pengobatan osimertinib terbukti mengurangi separuh risiko kematian akibat jenis kanker paru-paru tertentu, bila diminum setiap hari setelah operasi pengangkatan tumor.

Dikembangkan oleh grup farmasi AstraZeneca, pil ini menargetkan pasien dengan kanker sel non-kecil (sejauh ini merupakan jenis yang paling umum) , serta mutasi reseptor faktor pertumbuhan epidermal, atau EGFR.  

Iris Pauporte, kepala penelitian di lembaga pemberantasan Kanker Prancis, mengatakan kepada AFP bahwa kemajuan itu adalah harapan besar untuk jenis kanker ini. Muriel Dahan, kepala penelitian di Unicancer, mengatakan jika hasilnya dikonfirmasi, hal itu harus mengubah praktik umum dalam mengobati jenis kanker paru-paru ini.

“Pengujian sistematis untuk mutasi EGFR juga akan diperlukan untuk pasien kanker paru-paru,” tambahnya.

Kanker otak

Pengobatan lain, yang disebut vorasidenib, ditemukan terbukti secara signifikan dapat memperpanjang kelangsungan hidup pasien dengan glioma tumor otak, menurut hasil uji klinis. Pil harian yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Prancis Servier ini, berfungsi untuk memblokir enzim yang bertanggung jawab atas perkembangan beberapa kanker otak yang sangat sulit diobati.

Patrick Therasse, wakil presiden penelitian onkologi Servier, mengatakan bahwa ada beberapa kemajuan terapeutik untuk tumor otak selama 20 tahun terakhir. "Berkat pengobatan yang kami targetkan, pasien dapat menghindari perkembangan kanker selama 27,7 bulan, dibandingkan dengan 11,1 bulan" bagi mereka yang menggunakan plasebo,” tambahnya.

Fabrice Andre, kepala penelitian di pusat kanker Gustave Roussy Prancis, mengatakan “Pengobatan presisi membuka pintu bagi masalah penyakit yang belum ada obatnya sampai sekarang. Artinya, sains dapat membuka celah untuk mengatasi bencana ini.”

Dahan dari Unicancer mengatakan penting untuk tetap berhati-hati. "Ini bisa menjadi standar terapi baru, tergantung pada percobaan lebih lanjut,” ujarnya.

Kanker payudara

Hasil uji coba awal yang juga dirilis di Chicago menunjukkan obat ribociclib mengurangi risiko kanker payudara berulang sebesar 25% untuk sekelompok besar penyintas stadium awal. Obat yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Swiss, Novartis ini, sudah disetujui secara luas di seluruh dunia. Obat Itu telah diuji dalam kombinasi dengan terapi hormonal. Pakar ASCO Rita Nanda mengatakan itu adalah uji klinis yang sangat penting dan telah mengubah praktik pengobatan.

Kanker serviks

Ada juga kabar baik bagi pengidap kanker serviks stadium awal dengan risiko perkembangan yang rendah. Peneliti menemukan tidak ada risiko kanker kembali yang lebih besar bagi pasien yang menjalani histerektomi sederhana, di mana rahim dan leher rahim diangkat, daripada histerektomi radikal, di mana bagian paling atas vagina juga diangkat. Hal ini berdasarkan  uji coba fase tiga.

Pauporte dari League Against Cancer mengatakan ini adalah kabar baik. "Ini menunjukkan bahwa bukan hanya kemajuan yang melibatkan obat-obatan yang penting.”

Kanker ovarium

Sebuah uji coba yang juga dipresentasikan di ASCO menunjukkan bahwa menggunakan pengobatan antibodi mirvetuximab soravtansine secara signifikan dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker ovarium, yang selama ini merupakan jenis kanker yang sangat mematikan . Pakar ASCO Merry Jennifer Markham mengatakan pengobatan tersebut menunjukkan kemajuan dan menawarkan harapan bagi pasien.

Kanker rektum

Hasil studi yang dirilis di Chicago menunjukkan bahwa pasien dengan kanker rektum stadium lanjut dapat menerima kemoterapi tanpa mendapatkan terapi radiasi sebelum menjalani operasi. Ini akan menghindarkan pasien dari efek samping radiasi yang parah.

Perkembangan Vaksin kanker

Hal menggembirakan lainnya dalam pertemuan ini adalah mengenai vaksin kanker yang selama ini jadi tujuan komunitas medis. Studi pendahuluan yang diumumkan pada pertemuan ASCO melibatkan vaksin yang menargetkan kanker paru-paru, kanker kepala dan leher, glioblastoma tumor otak, dan virus HPV penyebab kanker. Christophe Le Tourneau, seorang ahli onkologi di Institut Curie Prancis yang mempresentasikan studi tentang vaksin untuk jenis HPV tertentu, mengatakan telah terjadi kemajuan teknologi yang signifikan untuk jenis-jenis kanker tersebut. "Vaksin terapeutik, kami semakin sering membicarakannya, dan semakin banyak uji coba yang sedang berlangsung," katanya. (M-3)

BERITA TERKAIT