26 January 2023, 12:00 WIB

Astronaut UEA tidak Diwajibkan Berpuasa selama Ramadan di Stasiun Luar Angkasa


Adiyanto |

Emirati Sultan al-Neyadi, akan menjadi astronaut Arab pertama yang menghabiskan enam bulan di luar angkasa. Pria berusia 41 tahun dari Uni Emirat Arab itu akan meluncur ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bulan depan dengan roket SpaceX Falcon 9.  Itu artinya, dia akan menjalani Ramadan dan Idul Fitri di luar angkasa.

Namun, kepada wartawan, Rabu (25/1), Neyadi mengatakan dalam misinya itu ia tidak diharuskan berpuasa selama Ramadan. "dalam situasi itu saya termasuk seorang musafir, dan kita tidak diwajibkan berpuasa," ujarnya.

Dalam misinya itu, Neyadi akan berangkat bersama astronaut lainnya yakni Stephen Bowen dan Warren Hoburg dari NASA, serta Andrey Fedyaev dari Rusia. Mereka dijadwalkan terbang ke ISS pada 26 Februari sebagai anggota SpaceX Dragon Crew-6.

Neyadi akan menjadi warga negara kedua dari Uni Emirat Arab yang melakukan perjalanan ke luar angkasa. Sebelumnya, pada September 2019, Hazzaa al-Mansoori juga melakukan misi serupa namun ia hanya menghabiskan delapan hari di ISS.

Selain Neyadi, dalam jumpa pers pada hari Rabu kemarin, para astronaut NASA dan kosmonot Rusia juga ditanyai wartawan apakah ketegangan politik antara dua negara terkait konflik Ukraina bakal memengaruhi misi mereka di luar angkasa.

"Saya telah bekerja dan berlatih dengan kosmonot Rusia selama lebih dari 20 tahun hingga sekarang dan itu selalu luar biasa," kata Bowen dari NASA, seorang veteran dari tiga misi pesawat ulang-alik.

"Begitu Anda sampai di luar angkasa, hanya ada satu kru, satu kendaraan, dan kita semua memiliki tujuan yang sama," imbuhnya.

"Kehidupan orang-orang di Stasiun Luar Angkasa Internasional benar-benar memberikan contoh yang sangat baik tentang bagaimana orang seharusnya hidup di Bumi," timpal Fedyaev, kosmonot Rusia. (AFP/M-3)

BERITA TERKAIT