24 January 2023, 07:59 WIB

Hati-Hati, Keseringan Mani-Pedi dapat Merusak Sel DNA Tangan


Devi Harahap |

Salah satu cara merawat kecantikan kuku adalah dengan aktivitas manicure dan pedicure agar terlihat lebih menawan. Biasanya mewarnai kuku dengan kuteks dikerjakan dengan menggunakan teknologi pengering cat kuku dengan sinar UV untuk mempermudah proses pemakaian cat kuku atau kuteks, sehingga membuat cat kuku yang dipoles jadi lebih cepat kering secara merata.

Namun, hati-hati jika melakukan pengeringan kuku dengan sinar UV di berbagai salon kecantikan, sebab menurut penelitian terbaru dari University of California San Diego dan University of Pittsburgh di AS, cahaya ultraviolet (UV) yang biasa dipakai untuk mengeringkan cat kuku setelah mewarnai kuku bisa merusak sel DNA pada tangan manusia.

Diketahui, satu kali proses mani-pedi biasanya membutuhkan proses pengeringan di bawah sinar UV selama 10 menit. Sinar ultraviolet (UV) juga diketahui menyebabkan kanker kulit pada paparan tinggi. Beberapa spektrum sinar UV diketahui bersifat karsinogenik. Namun, belum pernah ada penelitian tentang efek radiasi yang dipancarkannya pada sel mamalia.

Para peneliti melakukan eksperimen pada tikus dan sel manusia. Keduanya dijemur di bawah pengering cat kuku UV selama 20 menit. Hasilnya, 20% hingga 30% sel terbukti mati, sementara sesi 20 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut, bisa membunuh antara 65-70% sel DNA.

Selain bisa membunuh sel DNA, sel-sel yang tersisa dan mengalami kerusakan setelah terpapar sinar UV tersebut biasanya akan bermutasi dan bisa berhubungan dengan kanker kulit. Meski demikian, hasil penelitian itu belum menunjukkan bukti langsung untuk peningkatan kanker. Namun, ini bisa mengindikasikan peningkatan risiko.

Tim peneliti yang terdiri dari Ludmil Alexandrov dan rekan-rekannya masih membutuhkan penelitian epidemiologi yang lebih panjang untuk menelusuri  hubungan langsung perawatan kuku menggunakan sinar UV dengan bahaha kesehatan kanker.

Salah satu penulis utama studi tersebut, Maria Zhivagui, sangat khawatir dengan hasil tersebut sehingga dia memutuskan untuk berhenti melakukan manikur cat kuku biasa. Zhivagui ekstra hati-hati. Baginya, aktivitas tersebut dapat menimbulkan risiko yang mungkin lebih besar daripada manfaatnya. Tapi itu tidak berarti semua orang harus segera berhenti merawar kuku.

"Begitu saya melihat efek radiasi yang dipancarkan oleh perangkat pengering cat gel pada kematian sel dan itu benar-benar memutasi sel bahkan setelah hanya satu sesi 20 menit, saya terkejut," kata Zhivagui seperti dilansir dari Science Alert pada Kamis (19/1).

Sarung Tangan

Menurut Zhivagu ada alternatif lain yang bisa dijadikan solusi saat melakukan meni-pedi, misalnya memakai sarung tangan dengan lubang pada kuku ketika melakukan proses pengeringan cat kuku di bawah sinar UV. Selain itu, mereka harus mengoleskan tabir surya sebelum manikur.

Dermatolog Melissa Piliang dari Klinik Cleveland memperingatkan pada tahun 2021, orang yang lebih sering mengunjungi salon kuku mungkin akan menghadapi risiko kanker kulit yang lebih besar. Jika seseorang pergi beberapa kali dalam setahun, mereka mungkin tidak perlu terlalu khawatir. Jika mereka pergi setiap dua minggu sekali, itu mungkin harus diwaspadai.

Pada 2009, ditemukan dua perempuan sehat yang tidak punya keturunan kanker menderita kanker kulit spesifik di area tangan. Mereka mengaku rutin melakukan perawatan manicure. Kedua studi kasus tersebut mendorong para peneliti untuk menggali lebih dalam risiko kesehatan dari pengering cat kuku.

Sementara itu pada 2013, tim peneliti mengonfirmasi bahwa para peneliti memastikan bahwa dosis radiasi UV yang dipancarkan oleh lampu kuku UV adalah 4,2 kali lebih kuat dari Matahari. Para penulis menyimpulkan bahwa intensitas paparan yang tinggi memerlukan studi lebih lanjut.

Meskipun produk ini dipasarkan sebagai produk yang aman, kenyataannya sangat sedikit penelitian yang dilakukan tentang risiko kesehatannya, dan studi kasus tidak cukup untuk membuktikannya. "Untuk membuktikan keterkaitan langsung antara mani-pedi dan kanker, setidaknya dibutuhkan penelitian selama satu dekade," kata Alexandrov dan timnya.

Tetapi para peneliti yang disewa oleh perusahaan pengujian produk menjawab dengan mengatakan tidak ada "penyebab kekhawatiran publik". Mereka mengklaim bahwa dosis sinar UV yang digunakan dalam satu sesi pengecatan kuku adalah sepele dalam skema besar. Sementara itu, menurur mereka, terserah pelanggan untuk mempertimbangkan risiko dan manfaatnya.(M-3)

BERITA TERKAIT