23 January 2023, 19:05 WIB

Studi: Medsos Menjadi Rujukan Orang Indonesia untuk Berbelanja


Fathurrozak |

MENGGUNAKAN studi yang dilakukan oleh YouGov, Meta memberikan panduan bagi pelaku usaha guna menyusun langkah yang tepat dalam memaksimalkan potensi pengembangan usaha melalui platform Meta, yang menaungi Facebook, Instagram, dan Whatsapp.

 

Dalam temuan studi tersebut, setidaknya 94% pengguna internet di Indonesia senang melihat konten bertema kebersamaan dan kehangatan Ramadan. Sebanyak 55% pengguna internet merencanakan barang-barang yang hendak mereka beli 10 hari sebelum Ramadan. Selama Ramadan pula, 68% kelompok tersebut menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton video secara daring.

 

Panduan yang disusun Meta berfokus pada empat hal yang seluruhnya bermuara pada konten yang menghubungkan orang-orang pada kehangatan Ramadan dan saling berbagi dan menemukan inspirasi. “Hubungan yang hangat dan saling menginspirasi itu akan membuka berbagai peluang, khususnya bagi pelaku usaha, untuk menemukan cara-cara baru mengembangkan usaha mereka selama bulan Ramadan ini,” jelas Pieter Lydian, Country Director, Meta, Indonesia dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Sabtu, (20/1).

 

Lebih lanjut, SYNC Study dan Bain dan Meta tentang Konsumen Digital Asia Tenggara menemukan, video di media sosial berperan penting bagi konsumen digital di Indonesia untuk mengambil keputusan. Sekitar 44% orang Indonesia suka menonton konten-konten video.

 

Satu dari tiga responden Indonesia menonton video untuk mencari produk melalui media sosial, dan 40% dari responden tersebut memutuskan membeli produk dari konten-konten terkait hiburan dan streaming dari kreator konten.

 

Sejalan dengan studi dari Global Web Index (GWI) mengenai konsumsi media yang menyebutkan menonton konten video menjadi aktivitas utama bagi kelompok milenial dan gen Z saat berada di media sosial. Terutama, konten-konten terkait kebersamaan dan hiburan.

 

Saat Ramadan, 68% konsumen di Indonesia banyak menonton konten video, dan hal ini juga menentukan keputusan berbelanja mereka. Sebab, satu dari tiga orang menempatkan video daring sebagai kanal utama untuk menentukan apa yang hendak mereka beli.

 

“Data kami menunjukkan banyak pelanggan dari awal mencari dan menemukan barang yang mereka butuhkan dari kanal-kanal media sosial, dan Facebook, Instagram, dan WhatsApp masih menjadi top of mind. Kami berharap insights Ramadan ini dapat membantu pelaku usaha meramu cara-cara strategis bagaimana mereka dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan dan terus mengembangkan bisnisnya,” tutup Pieter. (M-1)

BERITA TERKAIT