25 November 2022, 19:45 WIB

Putih Telur Menghilangkan Hampir 100% Mikroplastik dari Air


Nike Amelia Sari |

PENCEMARAN mikroplastik di laut dan perairan lainnya sudah begitu mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri cemaran mikroplastik sudah ditemukan di tubuh ikan di beberapa daerah.

 

Kini, sebuah harapan baru untuk menbersihkan air dari cemaran mikroplastik dibuat oleh tim peneliti Princeton University, Amerika Serikat (AS).

 

Mereka telah berhasil menggunakan putih telur untuk membuat bahan aerogel yang ringan dan berpori yang dapat digunakan dalam beberapa cara, termasuk penyaringan air, penyimpanan energi, dan suara, serta isolasi.


 

Ide untuk menggunakan telur dalam eksperimen terbaru ini awalnya dicetuskan oleh penulis studi Craig Arnold, seorang profesor teknik mesin dan kedirgantaraan di Princeton.  Dia awalnya mengira roti yang dicampur dengan karbon akan menghasilkan struktur yang diperlukan.  Setelah banyak perobaan dengan resep roti yang berbeda, Arnold dan timnya mulai mengeluarkan bahan sampai tersisa putih telur.

 

“Kami mulai dengan sistem yang lebih kompleks dan kami terus mengurangi, mengurangi, mengurangi, sampai kami mencapai intinya.  Itu adalah protein dalam putih telur yang mengarah ke struktur yang kami butuhkan," kata Arnold, seperti dikutip dari situs Study Finds, Rabu (23/11).

 

Putih telur hampir seluruhnya terbuat dari albumin (protein).  Setelah dikeringkan-beku dan dipanaskan hingga 900 derajat Celcius di lingkungan anaerobik, mereka menghasilkan struktur untaian karbon berserat dan jalur graphene.  Para penulis studi ini menemukan bahwa struktur ini memiliki kemampuan untuk menghilangkan garam dan mikroplastik dari air laut dengan cara yang luar biasa, masing-masing dengan efisiensi 98% dan 99%.

 

Arnold mencatat bahwa protein lain juga berfungsi. Para peneliti kini sedang mencari cara untuk meningkatkan proses fabrikasi agar teknologi ini dapat digunakan dalam skala besar.  Setelah ini ditangani, menggunakan struktur ini akan bekerja dengan lancar sebagai metode yang efektif, hemat energi, dan hemat biaya.

 

“Karbon aktif adalah salah satu bahan termurah yang digunakan untuk pemurnian air.  Kami membandingkan hasil kami dengan karbon aktif, dan hasilnya jauh lebih baik,” jelas Sehmus Ozden, penulis pertama makalah tersebut.

 

Tim peneliti sekarang terus menyelidiki kemungkinan aplikasi lain untuk bahan selain pemurnian air, seperti isolasi dan penyimpanan energi. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Materials Today. (M-1)

BERITA TERKAIT