17 October 2022, 22:41 WIB

Vino Bastian Hingga Jessica Mila Bongkar Rahasia Ponsel Masing-Masing di Perfect Strangers


Fathurrozak |

 

Film terbaru produksi Falcon Pictures yang disutradarai Rako Prijanto dan ditulis Alim Sudio, Perfect Strangers, berkisah tentang tujuh teman lama yang bertemu kembali dalam perjamuan makan malam.

Di momen tersebut, salah satu dari mereka, Eva (diperankan Nadine Alexandra) melempar ide untuk bermain gim untuk saling buka-bukaan tentang semua yang ada di ponsel masing-masing.

Perfect Strangers merupakan film adaptasi dari judul sama asal Italia. Film tersebut telah diadaptasi di 23 negara, termasuk Indonesia. Untuk versi Indonesia, film Perfect Strangers diperankan oleh Clara Bernadeth (sebagai Imelda), Adipati Dolken (Wisnu), Denny Sumargo (Anjas), Jessica Mila (Keysha), Darius Sinathrya (Enrico), dan Vino G. Bastian (Tomo).

“Cerita aslinya sangat luar biasa bagus. Dan menurut saya, industri film Indonesia harus belajar dari penulisan naskahnya,” kata produser Perfect Strangers versi Indonesia, Frederica, saat mini gelar wicara di atrium Ashta District 8, Jakarta Selatan, Senin (17/10).

Sementara itu, bagi Nadine, di film ini ditunjukkan spektrum karakter perempuan dari latar belakang dan permasalahan yang berbeda. Namun, ia menggarisbawahi masing-masing karakter memiliki independensi dan kekuatannya masing-masing.

Setiap arakter saling berpasangan. Kecuali Tomo, yang merupakan guru olahraga. Imelda, yang merupakan ibu rumah tangga dengan dua anak, merupakan pasangan Wisnu, pengacara perfeksionis. Keysha, perempuan yang berprofesi sebagai dokter hewan merupakan pasangan dari Anjas yang bekerja di industri hiburan. Dan terakhir adalah pasangan Eva dan Enrico, yang paling awal menikah dan dikaruniai satu anak yang telah beranjak remaja. Enrico adalah dokter bedah plastik dan Eva merupakan psikolog.

“Di antara di lingkaran pertemanan ini, kami adalah yang lebih dulu menikah dan punya anak. Jadi kalau dibandingkan dengan sosok lain, Enrico dan Eva yang lebih tenang dalam menghadapi situasi rumit,” beber Darius.

“Tentu ada perubahan saat mengadaptasi film ini. Termasuk bagaimana dinamika pasangan suami-istri, persoalannya tentu berubah dan berbeda dari versi adaptasi negara lain. Twistnya lebih lokal dan ada kedekatan dengan penonton Indonesia,” tambah penulis naskah Alim Sudio.

Namun, bagi Rako, satu hal yang memiliki universalitas tema adalah terkait rahasia di ponsel dari masing-masing karakter. Informasi yang ada di ponsel menjadi jalinan utama cerita yang punya kedekatan dari semua adaptasi Perfect Strangers. Sehingga buka-bukaan ponsel menjadi tema utama di film ini.

“Memang secara kultur hubungan antarkeluarga akan berbeda-beda ketika diadaptasi di negara lain. Namun, serunya adalah dari 23 versi remake, semua setuju, hidup kita sekarang ini sangat bergantung dengan ponsel,” tambah Rako.

Film Perfect Strangers versi Indonesia akan tayang secara eksklusif di platform OTT Amazon Prime Video mulai 20 Oktober. (M-2) 

BERITA TERKAIT