03 October 2022, 10:10 WIB

Sukses di Digital, Produsen Minuman Lokal ini Buka Gerai di New York


Fathurrozak |

Berdiri sejak 2018, Teguk menjadi salah satu merek minuman manis kekinian yang cukup sukses berekspansi di pasar domestik dalam negeri. Bermula dari satu gerai di Tangerang, kini mereka memiliki 155 gerai di Indonesia.

Ekspansi tersebut salah satunya juga berkat penetrasi pasar digital yang mereka lakukan pada 2019, atau enam bulan setelah mereka memulai bisnis minuman tersebut.

“Memang di awal kami cuma mengandalkan pemasaran secara konvensional. Dengan menambah gerai-gerai. Tapi pada 2019, ekspansi kami bisa dibilang yang tertinggi dengan membuka lebih dari 80-an gerai baru. Ini juga berkat pergerakan pasar online kami, yang turut mengubah kontribusi revenue kami. Sekarang, pasar online kami mencapai 70% dibanding dengan pasar offline,” kata CEO Teguk Maulana Hakim dalam konferensi pers GoFood Dukung UMKM Lokal Go International: Teguk Goes to New York, di Blue Jasmine, The Maja, Jakarta Selatan, Kamis, (29/9).

Setelah cukup sukses meraih pasar dalam negeri, kini Teguk pun berekspansi ke pasar global. Mereka membuka gerai pertamanya di luar Indonesia, di kota New York, AS. Gerai yang telah beroperasi sejak 17 September itu sebenarnya sudah menjadi rencana ekspansi yang lebih luas dari Teguk sejak 2019. Namun, pandemi menghambat proyeksi tersebut. Maulana dan timnya pun meriset tiga bulan sebelum akhirnya gerai di New York buka. Menu yang tersedia di sana pun dibedakan dengan menu yang ada di gerai luring dan daring Teguk di Indonesia. Tiga hari sejak dibuka di New York, Teguk mencetak penjualan 634 minuman.

Namun, dalam rangka mengampanyekan ekspansi tersebut, merek minuman itu bekerja sama dengan salah satu penyedia layanan pengantaran makanan, GoFood untuk menyediakan menu khusus yang ada di gerai Teguk New York hadir di platform tersebut.

“Menu eksklusif seperti coconut series yang juga hadir di gerai Teguk New York akan ada di Go Food selama periode 17 September-14 Oktober. Pelanggan juga bisa menggunakan diskon spesial sebesar 40%,” terang Global Head of Marketing GoFood Ichmeralda Rachman.

Maulana mengatakan, prinsip bisnisnya bersama Teguk adalah, bisnis harus berkelanjutan. Ia juga menilai, model bisnis non-waralaba juga bisa berkembang menjadi besar.

“Eksis di digital itu bukan cuma lewat media sosial. Viral oke lah, tapi kalau enggak bisa konversi ke sales, ya percuma, dan tidak jalan pertumbuhannya. Untuk bisa dikonversi ke penjualan, visibilitas dan awareness dilakukan dengan berkolaborasi bersama platform digital. Itu alat untuk konversi menjadi sales.”

Maulana pun tidak sungkan untuk mengerahkan berbagai kampanye digital seperti iklan, program diskon, dan berkolaborasi bersama pemengaruh (influencer).

Sementara itu, Ichmeralda mengatakan platformnya juga kian mengakomodasi para pelaku umkm agar bisnis mereka kian bertumbuh. Di antaranya dengan menghadirkan fitur iklan (GoAds) dan fitur yang membantu pelaku bisnis mengelola usaha mereka (GoBiz).

“Solusi GoAds menawarkan beragam keuntungan yang dapat dinikmati para mitra UMKM kami. Mulai dari beriklan dengan tepat sasaran, biaya iklan yang sesuai kebutuhan, serta laporan performa yang transparan yang berguna sebagai insight untuk menentukan strategi jitu bisnis ke depannya.” (M-3)

BERITA TERKAIT