01 October 2022, 14:15 WIB

Perubahan Iklim Membuat Populasi Beruang Kutub Semakin Terancam


Devi Harahap |

Pemanasan global membuat sebagian besar populasi beruang kutub semakin sulit mendapat makanan. Spesies yang dikenal sebagai Ursus Maritimus ini harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah situasi kritis mencairnya lapisan es.

Sebagian besar beruang kutub hidup di lingkaran Utara Arktik yakni di Kutub Utara, tetapi ada beberapa populasi yang hidup di selatan Lingkaran Arktik yakni di Teluk Hudson, Kanada.

Di awal musim saat es mulai mencair, semakin sedikit waktu beruang kutub untuk makan dan berproduksi. Meskipun menjadi predator darat terbesar di dunia, beruang kutub sebenarnya terdaftar sebagai mamalia laut karena bergantung pada makanan yang berada di laut seperti anjing laut. Tetapi untuk berburu makanan, beruang putih salju ini mengandalkan es laut sebagai tempat untuk bertahan hidup dan mengintai mangsanya dari atas.

Di kutub Utara, sejumlah beruang berburu anjing laut, bepergian, membuat sarang, dan berproduksi. Akan tetapi, saat es mencari, hewan berdarah dingin ini tampak kewalahan dan tidak bisa lagi memburu anjing laut sebagai santapan mereka. Kondisi itu membuat mereka terpaksa harus berpuasa dalam waktu yang panjang.

Seorang ilmuwan Biologi di Badan Polar Bear Internasional (PBI) Geoff York, mengatakan beruang hanya memiliki sedikit pilihan makanan jika berada di tempat yang kering. Periode panas yang cukup lama dengan temperatur suhu lebih tinggi membuat keberlanjutan hidup beruang kutub semakin kritis dan terancam.

Seorang kebangsaan Amerika, York telah menghabiskan beberapa minggu per tahun untuk meneliti dan menyelamatkan nasib hewan berdarah dingin yang terancam punah di kawasan Churchill, sebuah kota kecil yang berada di tepi Kutub Utara di provinsi Manitoba, Kanada Utara.

Pada sebuah ekspedisi pada awal Agustus, York bersama AFP mengunjungi langsung kawasan habitat asli beruang kutub, para jantan dewasa terlihat sedang duduk santai di bawah sinar matahari, mereka rata-rata memiliki tinggi 3,5 meter dan berat hingga 600 kg.

"Saat berpuasa, beruang kutub tersebut akan mengalami penurunan berat badan hampir satu kilogram setiap hari," ujar York seperti dilansir dari AFP pada Jum'at (30/9).

Menurut penelitian terbaru, pemanasan global mempengaruhi iklim Arktik empat kali lebih cepat dari bagian lain dunia. Jika iklim terus memanas maka es laut yang menjadi habitat beruang kutub berangsur-angsur akan menghilang dan mengancam siklus kehidupan mereka.

Sebuah laporan yang diterbitkan dua tahun lalu di jurnal Nature Climate Change menunjukkan bahwa tren ini dapat menyebabkan kepunahan hewan-hewan langka ini.

BERITA TERKAIT