30 September 2022, 13:35 WIB

Lebih dari Seribu Koleksi Busana akan Tampil di Ajang In2motionfest


Nike Amelia Sari |

MENCAPAI tahun ke-9 penyelenggaraan, Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) mengusung nama baru untuk sektor fesyennya, yaitu Indonesia International Modest Fashion Festival (In2motionfest). Nama baru itu dikatakan untuk menunjukkan semangat baru ajang tersebut dalam membawa karya-karya terbaik industri fesyen muslim Indonesia ke skala global.

 

“In2 motionfest merupakan upaya bersama untuk mendorong sektor industri halal Indonesia khususnya di sektor modest fashion yang dapat memberikan kontribusi nyata untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional," ujar Ita Rulina, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), seperti dikutip dari siaran resmi In2motionfest 2022, Kamis (29/9).

 

BI sudah sejak 2019 bersinergi dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) dalam menggelar ISEF. Selain itu terlibat pula Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) RI.

 

Lebih lanjut, Ita berharap In2motionfest 2022 yang mengedepankan penggunaan wastra nusantara dan kain lokal ini akan menjadi pengungkit sektor fesyen Indonesia dengan keterlibatan aktif para pelaku hulu ke hilir. Ajang ini akan dilaksanakan pada tanggal 5 – 9 Oktober 2022 secara hybrid (daring dan luring) yang digelar di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta.

 

Rangkaian kegiatan in2motionfest 2022 terdiri dari pameran dagang berstandar internasional, perayaaan busana, kompetisi, gelar wicara, pengintegrasian seluruh anggota ekosistem bisnis dari hulu ke hilir (business matching), dan forum diaspora.

 

“Sesuai tema yang diangkat, In2motionfest mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal untuk menggerakkan perekonomian lokal dengan mengacu pada inspirasi tren global. Seperti halnya pemakaian wastra Nusantara yang menjadi keunggulan yang membedakan produk fesyen muslim Indonesia dengan negara lainnya untuk berkiprah di pasar global. Kekuatan lokal ini sejalan pula dengan prinsip sustainable fashion dan gaya hidup halal dan thayyib,” jelas Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC).

 

Sementara itu Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar Kemenkop UKM, Fixy berharap para desainer siap bersaing di pasar global dan gaung I2motionfestini bisa terdengar di seluruh pelosok negeri.

 

Untuk memperlihatkan keragaman produk fesyen muslim dan aksesoris Indonesia, kategori yang diangkat meliputi baju siap pakai yang mewah, baju kasual (streetwear), pakaian kantor, hingga busana pesta syar'i.

 

Keseluruhan koleksi yang berjumlah 1,256 set busana karya jenama dan desainer anggota IFC, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesian (APPMI), Ikatan Perancang Busana Muslim (IPMI), hingga UKM binaan Kemenkop UKM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Perindustrian.

 

Selain itu ada pula karya dari siswa sekolah-sekolah mode di Indonesia, antara lain dari Islamic Fashion Institute, ESMOD Jakarta, Telkom University, Institut Kesenian Jakarta, LPTB Susan Budihardjo Jakarta, maupun siswa-siwa SMKN 3 Malang, SMK NU Banat Kudus. (M-1)

BERITA TERKAIT