30 September 2022, 17:00 WIB

Bara Kreativitas dalam Lomba Pitulasan


Azizah Hanum Azzahra - SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo |

Berkolaborasi dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, pada tahun ini, Media Indonesia menghelat pelatihan jurnalistik Reporter Muda selama 15-16 Agustus 2022. Pelatihan diikuti 72 siswa sekolah menengah atas dan setingkat di lingkungan Muhammadiyah. Berikut ini salah satu dari 15 karya terpuji yang ditayangkan di www.mediaindonesia.com selama 26 September hingga 30 September 2022.
 

DEKORASI bernuansa merah putih memenuhi seluruh area SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo. Seperti sekolah-sekolah lain, SMA yang menjadi salah satu Sekolah Penggerak di Jawa Timur itu turut melakukan ‘ritual’ menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, yakni Lomba Pitulasan. Diadakan pada Senin (15/8) dan Selasa (16/8).

Lomba tahunan ini diadakan oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Smamda dan dinanti dengan antusias oleh seluruh warga sekolah. Mulai dari siswa, guru, hingga karyawan.

“Nungguin banget dong karena kelasnya baru, nah bisa jadi kesempatan buat makin deket sama anak kelas,” ucap Jeje, salah satu siswa Smamda, saat ditanya perihal antusiasmenya, Senin (22/8). Ia menambahkan, Lomba Pitulasan tahun ini lebih seru dan menarik karena diadakan secara offline dibandingkan dengan Lomba Pitulasan tahun lalu yang diadakan secara online lantaran angka kasus covid-19 yang masih tinggi saat itu.

Memang berbeda dari tahun lalu, panitia Lomba Pitulasan 2022 ingin memberi tantangan berbeda kepada para peserta dengan melakukan modifikasi beberapa lomba. Misalnya, pada lomba futsal. Tahun ini, peserta lomba ditantang untuk bermain futsal sambil mengenakan sarung. Ada juga lomba estafet untuk guru dan karyawan yang biasanya menggunakan air atau tepung, kali ini menggunakan foam sebagai medianya. “Kita memvariasi lomba lomba seperti itu supaya memunculkan tantangan-tantangan baru di lomba ini dan menambah keseruan di pitulasan ini,” jelas Ketua Pelaksana Lomba Pitulasan 2022, Joan Nugroho, Jumat (19/8).

Panitia menawarkan berbagai pilihan lomba kepada para peserta. Untuk kalangan siswa, lombanya cukup beragam, antara lain  balap karung, makan kerupuk, estafet air, futsal sarung, paku botol, dan kebersihan kelas. Sementara itu, lomba untuk para guru serta karyawan adalah teatrikal puisi, memasak, estafet foam, estafet kelereng, dan estafet bola pingpong.

Lautan biru

Saat Lomba Pitulasan mulai berlangsung, Senin (15/8) pukul 07.30 WIB, lapangan basket Smamda bak lautan berwarna biru. Para siswa berjejer, mengenakan seragam olahraga berwarna biru, untuk melakukan warm up senam bersama sebelum kemudian bertempur di medan lomba. Suhu hangat kota Sidoarjo di pagi hari itu turut membakar semangat para peserta untuk meraih kemenangan. Selain siswa, guru dan karyawan juga turut mengikuti senam bersama. 

Sementara itu, banner bertuliskan “PITULASAN” tergantung gagah di pintu gerbang sekolah, seakan siap menyapa siapa saja yang lewat melaluinya. Tulisan “PAKU BOTOL”di kertas warna warni dan ditulis terpisah setiap hurufnya tergantung di area sekitar tempat fingerprint Smamda. Begitu pula di area area lomba lainnya yang juga digantungkan dekorasi tulisan lomba masing masing. Atribut lomba yang mencakup peralatan, dekorasi, dan masih banyak lagi telah disiapkan dengan matang oleh panitia sejak dua minggu sebelum acara. Bahkan demi mencapai suasana tujuh belasan yang utuh dan maksimal, panitia merelakan hari libur mereka untuk menghias area lomba.

Beberapa jam setelah pembukaan, terdengar lagu dari kejauhan dimainkan untuk membakar semangat para pembalap karung demi mencapai garis finis. Selain adu kecepatan, meeka juga adu kekompakan antartim. Pasalnya, lomba balap karung ini dilakukan secara estafet.

Di penjuru lain Smamda, tepatnya di area sport centre,  para suporter lomba futsal sarung riuh mendukung kelas mereka masing masing. Hawa panas saat itu tidak mengurungkan niat mereka menyaksikan pertandingan futsal sarung yang kian sengit di setiap babak. Menurut Joan, lomba futsal sarung merupakan lomba yang tahun ini paling banyak menuai perhatian para warga SMAMDA lantaran adanya suporter dari setiap kelas.

Di tengah keramaian dan keseruan lomba pitulasan, PR IPM Smamda juga menggunakan kesempatan ini untuk menjual mentai rice. Makanan khas Jepang yang dibuat sendiri oleh Tim Mentai IPM ini kerap menjadi andalan bagi para siswa Smamda untuk mengisi perut lantaran faktor rasa dan harga. TIdak kurang dari 200 porsi mentai rice ludes terjual selama dua hari acara Lomba Pitulasan berlangsung.

Pemesanan mentai rice sendiri dilakukan via aplikasi WhatsApp. “Benar-benar dalam waktu 1 jam itu langsung habis. Bahkan di hari kedua itu, enggak ada satu jam sudah terpenuhi kuota PO(Pre-Order)-nya”, ungkap Anastasia Marie, salah satu anggota Tim Mentai IPM, Jumat (19/08).  

Setelah dua hari Lomba Pitulasan berlangsung, pada Rabu (17/8), lapangan basket Smamda kembali bak lautan biru. Namun, warna biru kali ini berupa siswa-siswi Smamda yang mengenakan jas almamater sekolah.

Cahaya sinar matahari menerangi wajah para siswa, keseriusan di raut wajah mereka terlihat bahkan dari kejauhan ketika sang bendera merah putih dinaikkan. 77 tahun yang lalu, Ir Sukarno membacakan teks proklamasi. Hari itu, upacara dilaksanakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Hari itu juga adalah acara puncak Lomba Pitulasan, yaitu pengumuman pemenang-pemenang lomba.

Sobat, 77 tahun sudah Indonesia merdeka dari penjajah, berdiri utuh tanpa dibawahi bayang-bayang negara lain. Melestarikan budaya dan mengembangkan karakter generasi muda di Indonesia merupakan salah satu cita cita Indonesia. Begitu pula dengan Smamda yang ingin menumbuhkan karakter dan budi pekerti di setiap siswa. Tugas generasi muda saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan kreativitas, dan Lomba Pitulasan merupakan salah satu bentuk realisasi dari siswa-siswi Smamda untuk mewujudkan cita cita tersebut. (M-2)

Catatan Redaksi:

Naskah tidak disertai Opini Muda

BERITA TERKAIT