27 September 2022, 11:35 WIB

JFW Kampanyekan Keberagaman lewat Dua Model Ikon Tahun Ini


Devi Harahap |

JAKARTA Fashion Week (JFW) sebagai salah satu ajang peragaan mode tahunan terbesar di Indonesia, akan segera menyapa para antusias fesyen pada 24 hingga 30 Oktober mendatang dengan beragam konsep baru. 

 

Setelah dua tahun, JFW digelar secara daring akibat pandemi Covid-19, tahun ini JFW 2023 akan kembali digelar secara langsung dalam format fisik dan lokasi yang terbilang baru yakni di City Hall Pondok Indah, Jakarta Selatan.

 

"Jakarta Fashion Week 2002 kali ini akan diadakan secara holistik dengan format baru yaitu online dan offline dan tentunya Jakarta Fashion Week akan kembali menjadi katalis untuk fashion industri bersama dengan para stakeholders terbaik untuk bisa memajukan fashion trend di Indonesia," ujar Svida Alisjahbana, CEO GCM Group and Chairwomen JFW dalam konferensi pers virtual, Senin (26/9).

 

Lebih lanjut, Svida mengatakan bahwa perpindahan lokasi baru JFW 2023 telah disesuaikan dengan perkembangan fesyen Indonesia yang berpusat di wilayah Jakarta Selatan.

 

"Perpindahan lokasi ini sudah kita tentukan dengan perhitungan bahwa gravitas dan perkembangan fashion di Jakarta. 30 sampai 40 persen fashion Indonesia didominasi oleh modern fashion yang pusatnya ada di Jakarta, kita coba mengikuti gravitasi mode itu bertumbuh di mana," ujar Svida.

 

Svida juga menjelaskan, tahun ini JFW mengusung tema besar mengenai 'Fashion Reformation' yaitu sebuah semangat baru mengenai masa depan fesyen Indonesia yang berkaitan dengan pandemi Covid-19 lalu. 

 

"Future of fashion ini maksudnya adalah JFW telah melalui tiga masa yang berbeda yakni masa sebelum pandemi, saat pandemi dan setelah pandemi," 

 

Menuju pekan mode JFW 2019, berbagai program juga sudah digelar. Salah satunya adalah pencarian JFW 2023 Icons oleh JFW Model Search, yang perjalanannya telah sampai pada pemilihan dua pemenang, yaitu Jacey Philana asal DKI Jakarta dan Viknes Waren asal Bali.

 

"Jakarta Fashion Week bukan hanya tentang fashion tapi juga membuka ruang dialog. Melalui 16 finalis yang semuanya anak muda itu kita benar-benar ingin mengkampanyekan diversity ketika kita bicara generasi baru di Indonesia. Mereka menunjukkan bahwa kita sedangkan menularkan keberagaman itu dan bisa meningkatkan kreativitas di industri fashion," imbuh Andandika Surasetja, selaku Creative Director JFW 2023.

 

Bukan hanya menyaksikan fashion show dari para desainer ternama senior dan desainer muda Tanah Air, JFW tahun ini juga terbilang berbeda dengan berbagai euforia menarik salah satunya menawarkan warna baru pasca pandemi Covid-19.

 

"Kami sengaja memilih warna-warna yang memang akan menjadi trend dan acuan brand di tahun depan, setiap tahun kita selalu dikeluarkan ada 6 warna, tapi tahun ini kita mengambil 3 warna yaitu lavender, biru dan hijau" ujar Andandika.

 

JFW 2023 tak hanya menawarkan tren fashion tapi juga tren kecantikan. Karena itulah, dukungan tak hanya datang dari pelaku fashion, tapi juga industri kecantikan. Dukungan ini diberikan untuk kesekian kalinya oleh Make Over sebagai Official Makeup Partner, Wardah sebagai Official Partner, L’Oréal Professionnel sebagai Official Hairdo Partner, dan Artisan Pro sebagai Penata Bulu Mata.

 

Artisan Pro, jenama produk bulu mata lokal yang telah mendunia, ikut memberi dukungan kepada JFW 2023. Hal ini didasari kepada prinsip Artisan Pro yang tak hanya ingin menjadi brand yang menjual produk, tapi juga mendukung perkembangan industri kecantikan Indonesia, terutama para makeup artist. 

 

"Tren bulu mata palsu di Indonesia selalu berkembang, perlu diketahui Indonesia adalah produsen bulu mata terbaik di dunia, aslinya sudah punya sejarah panjang di Purbalingga, kita sudah menciptakan 100 lebih desain baru custom yang tidak ada di luar negeri dan kita bisa keluarkan unlimited bulu mata untuk JFW 2023," ujar Redavel Tjen selaku Founder dan Artisan Pro.

 

JFW 2023 akan berlangsung dengan menampilkan 4 hingga 5 peragaan fashion yang imersif setiap hari. Selama sepekan, perhelatan mode terbesar di Asia Tenggara ini akan digelar dengan kapasitas penonton sebanyak 600 orang.

 

Tak hanya itu, JFW juga menghadirkan pop-up retail space berupa Fashionlink di Atrium Level 2 PIM 3, Dewi Luxe Market di Atrium Ground Floor PIM 3, serta dapat diakses secara daring melalui laman Fashionlink dalam e-commerce Lazada. (M-1)

BERITA TERKAIT