27 September 2022, 08:00 WIB

Inovasi yang Terlahir dari Pandemi


Dianti Putri Kuswardani - SMK Muhammadiyah Mungkid Magelang |

Berkolaborasi dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, pada tahun ini, Media Indonesia menghelat pelatihan jurnalistik Reporter Muda selama 15-16 Agustus 2022. Pelatihan diikuti 72 siswa sekolah menengah atas dan setingkat di lingkungan Muhammadiyah. Berikut ini salah satu dari 15 karya terpuji yang ditayangkan di www.mediaindonesia.com selama 26 September hingga 30 September 2022.

TIM Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid Magelang adalah tim yang berdiri karena pandemi covid-19. Tujuan dari tim ini sendiri yaitu sebagai tempat penyaluran ide bagi para siswa dan guru di SMK Muhammadiyah Mungkid. Berdirinya tim ini karena pada awal pandemi covid-19 ada beberapa instansi yang memberikan permintaan bagaimana cara menanggulangi virus covid-19. Produk yang pertamakali diciptakan oleh tim inovasi ini adalah sebuah wastafel.

Setiap kegiatan Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid ini tidak hanya menyertakan guru pembimbing, melainkan juga ada beberapa siswa kelas X dan XII dari setiap jurusan. Guru dan siswa yang tergabung dalam tim ini  juga saling belajar dan bertukar pikiran. Tidak hanya aktif di dalam lingkungan sekolah saja, tim inovasi juga aktif mengikuti kegiatan-kegiatan di luar sekolah seperti pameran dll.

“Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid memiliki kelebihan yaitu mempelajari hal-hal yang tidak wajar di sekolah,” kata Ari Armunanto, S.Pd.T, Ketua Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid.

Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid pernah mengikuti beberapa perlombaan dan pameran. Belum lama ini Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid mengikuti pameran tingkat provinsi yang diadakan di Semarang. Di situ, mereka memamerkan sebuah sepeda motor control, yaitu sepeda yang dioperasikan dengan menggunakan smartphone.

Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid membuatnya dari nol. Mereka membuat sendiri rangka-rangka komponen sepeda motor control, juga aplikasi untuk mengoperasikannya. Aplikasi dirancang oleh siswa-siswi dari jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Pada pemeran tersebut, Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid mendapatkan juara 3 tingkat se- provinsi.

Delapan produk

Saat ini, sudah ada delapan produk yang diciptakan oleh Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid. Pertama, WIJIK. Produk itu dibuat ketika pandemi covid-19. Bermula dari anjuran pemerintah agar masyarakat rajin mencuci tangan, tim merancang wastafel otomatis yang memungkinkan penggunanya tidak perlu membuka dan menutup keran air. Wastafel ini disebut WIJIK, yang merupakan singkatan dari “Wastafel Inovasi Jembak-an Ikhtiar Kesehatan”. Produk WIJIK ini ada tiga generasi. Generasi pertama dibuat dengan bahan besi. Generasi kedua dengan stainless steel, dan generasi ketiga berbahan keramik.

Produk WIJIK ini dibagikan ke beberapa instansi sekitar SMK Muhammadiyah Mungkid seperti kantor PDM, kantor kecamatan, polsek, polres, koramil, BP2MK, dan dinas pendidikan untuk mendukung gerakan cuci tangan pakai sabun. Produk WIJIK yang dibagikan ke beberapa instansi ini dibuat dari bahan stainless steel agar terhindar dari karat. Dan menggunakan mikrokontrol dan sensor ultrasonik.

Produk berikutnya dari tim adalah hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Sabun cuci tangan ini terbuat dari 10 bahan utama yaitu texapon, amphitol, NaCl, tergitol, BKC, gliserin, sodium benzoat, pewangi, pewarna serta air suling. Produk sabun cuci tangan ini dapat diperoleh di swalayan SMK Muhammadiyah Mungkid yaitu SMKmart.

Tim juga menciptakan automatic filling bottle. Karena meningkatnya produk sabun buatan Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid akhirnya Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid membuat alat bantu guna mengisi cairan sabun ke dalam botol agar lebih higenis. Produk ini dibuat menggunakan microcontroller sebagai pusat pemrosesan dan load sensor unuk mendeteksi berat cairan dalam botol.

Selanjutnya, karena pada masa pandemi pertemuan tatap muka beralih ke pertemuan virtual, tim berinovasi dengan membuat produk monitor holder. Produk dari besi hollow ini dapat menyangga monitor ukuran 43 inci dan kemiringan monitor dapat diatur sesuai posisi audiens.

Produk inovatif SMK Muhammadiyah Mungkid selanjutnya yaitu mega CNC untuk membantu pekerjaan kerajinan berbasis ukiran. Alat ini mampu memproses selembar bahan yang berukuran 240 cm x 120 cm. Alat ini beroperasi layaknya CNC, gambar yang diinginkan dikonversikan menjadi gcode sehingga software CNC dapat beroperasi sesuai gcode yang digambar. Selain itu, alat ini dapat disesuaikan dengan jenis material yang akan dikerjakan. Jika materialnya besi dapat menggunakan plasma cutting atau laser cutting, jika materialnya kayu dapat menggunakan router trimmer. Produk ini dibuat dari bahan- bahan yang umum ada di pasaran seperti besi hollow, bearing sepeda motor, plat besi, dll sehingga memudahkan dalam perawatan dan perbaikan. Dari segi mekanis menggunakan stepper dan rantai. Pengontrol yang digunakan adalah MACH3 board.

Produk ketujuh yaitu rak filter air minum yang merupakan salah satu bagian pendukung dalam pemrosesan air minum. Sumber air yang melimpah di area SMK Muhammadiyah Mungkid menjadi sebuah peluang untuk menyediakan kebutuhan air minum yang diproses secara higenis dan profesional. Rak ini dibuat menggunakan stainless steel.

Produk kedelapan yaitu terinspirasi dari kerajinan kayu khas Jepara, kami memadukan dengan teknologi CNC sehingga menghasilkan karya seni modern. Karya seni ini dapat menambah estetika ruangan maupun kantor. Produk ini dibuat dari bahan plywood yang mudah ditemukan di toko bangunan. Variasi yang ditambahkan diantaranya dengan LED sebagai backlight.

Saat ini, Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid sedang merancang produk motor listrik. Tujuan dibuatnya motor listrik ini tentunya karena mengikuti tren dan untuk mengurangi polusi. Ditargetkan pada November, motor listrik tersebut sudah dapat dioperasikan. Motor listrik itupun rencananya akan dihadirkan pada pameran di kawasan Borobudur, Magelang, pada Desember 2022.

“Kegiatan di tim ini sangat berpengaruh pada hobi saya. Saya dapat mengembangkan potensi yang saya miliki dan berkesempatan untuk mengasah semua bakat saya," komentar Bagas Enjang Bawono, anggota Tim Inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid. Tim Inovasi yang awalnya terbentuk karena pandemi akhirnya dapat menciptakan 8 produk yang sangat bermanfaat. Tim inovasi ini juga sangat bermanfaat untuk para siswa yang akan memulai karir dalam bidang industri.

Pada saat mengikuti kegiatan Tim Inovasi juga banyak cerita-cerita menarik seperti saling tukar pikiran dan lain-lain. “Menurut saya cerita menarik saat kegiatan Tim Inovas ini yaitu ketika kita berdebat saat membuat alat” ujar Agus Setyawan, S.Pd. salah satu guru anggota tim Inovasi. (M-2)

 

OPINI MUDA

Fathna Zukhriyany Fitri - Universitas Muhammadiyah Magelang

"Dilihat dari perkembangan tim inovasi di SMK Muhammadiyah Mungkid Magelang seperti adanya hand sanitizer, sabun yang diproduksi sendiri dan produk lainnya, menurut saya bisa menjadi manfaat, salah satunya sebagai  kebutuhan industri. Seperti kemarin pada saat pandemi covid-19, hand sanitizer adalah suatu benda yang sangat penting untuk mengurangi penyebaran virus covid-19 dan untuk menjaga kesehatan. Dan ukiran kayu juga bisa melestraikan budaya dan mengembangkan UMKM yang ada di masyarakat sekitar."

 

Ardra Vito Arvetona - SMK Muhammadiyah Mungkid

"Menurut saya, melalui tim inovasi SMK Muhammadiyah Mungkid Magelang akan banyak generasi muda yang memiliki hobi dan yang suka berinovasi dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dan mengasah bakat. Saya juga sangat setuju dengan tim inovas SMK Muhammadiyah Mungkid yang sedang membuat motor listrik. Kegiatan pembuatan motor listrik ini selain mengikuti perkembangan teknologi motor listrik ini juga dapat mengurangi polusi, dan kegiatan dari tim inovasi ini juga bertujuan untuk hal positif."

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT