26 September 2022, 20:51 WIB

Asah Skill lewat Kelas Prodistik dan Passion


Dwi Zuliah |

Berkolaborasi dengan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, pada tahun ini, Media Indonesia menghelat pelatihan jurnalistik Reporter Muda selama 15-16 Agustus 2022. Pelatihan diikuti 72 siswa sekolah menengah atas dan setingkat di lingkungan Muhammadiyah. Berikut ini salah satu dari 15 karya terpuji yang ditayangkan di www.mediaindonesia.com selama 26 September hingga 30 September 2022.

PROGRAM Pendidikan Setara Diploma Satu Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik) dan Passion pembelajaran barangkali hal yang jarang diadakan oleh sekolah sekolah umum Indonesia. Namun, SMA Muhammadiyah 1 Gresik, yang biasa dikenal dengan sebutan SMAM 1 Gresik, berbeda. Di sekolah ini, Prodistik dan Passion menjadi program unggulan. Sambutan bahagia dari mereka para murid yang baru masuk ke jenjang kelas X menjadi bukti betapa positifnya kegiatan-kegiatan ini.

"Bersyukur banget bisa ada pelajaran Prodistik dan Passion. Prodistik aku bisa belajar seputar TIK. Passion-nya aku milih kesehatan, cocok banget sama cita-citaku yang mau jadi dokter," ujar Abdul Khamid, salah satu murid kelas X, Kamis (25/08)

Untuk Passion, memang sejak kelas X, siswa sudah diharuskan memilih bidang. Tahfidz, literasi, elektro, kesehatan, seni, teknik mesin, entrepreneur, psikologi, bahkan pertanian dan perikanan juga ada. Setiap murid kelas X memilih passion masing masing untuk mereka fokuskan hingga kelas XII kelak. Hal ini Untuk mewadahi minat bakat diri sejak kelas X yangg orientasi ke depannya pada pemilihan jurusan di perguruan tinggi.

Membekali peserta didik dengan kemampuan dasar teknologi informasi (TI) yang dibutuhkan di perguruan tinggi, atau bahkan di dunia kerja, merupakan tujuan awal SMAM 1. Dengan menggandeng ITS Surabaya, pada semester 1, siswa kelas X akan diperkenalkan terlebih dahulu bagaimana gambaran ketika mereka memilih bidang yang hendak ditekuni. Perkantoran, desain grafis, multimedia, dan juga programming awal mula akan diperkenalkan oleh para guru dari SMAM 1.

Setiap Kamis dan Jumat, mereka yang duduk di kelas X menampilkan senyuman  lebar di saat pembelajaran di aksanakan, antusias mereka memperhatikan guru yang tengah menjelaskan pembelajaran menyeruak keluar hingga  memenuhi satu ruangan. Rasa syukur tak pernah luntur karena bisa mempelajari ilmu yang mungkin tidak mereka dapatkan di sekolah lain, Apalagi ketika mereka diharuskan turun menuju laboratorium komputer atau bahasa. Antusias yang awalnnya 75% meningkat lebih tinggi menjadi 90%. Bukan apa-apa, ternyata suhu dingin di ruangan laboratorium juga memengaruhi semangat mereka. “ Enak kak, ruangannya dingin, hehehe,” komentar Nabila.

Bukan hanya pembelajaran teori, praktikum setiap hari mereka lakukan untuk menambah skill. Setiap pertemuan pasti melakukan percobaan, hal ini tentu lebih menarik perhatian para pelajar. Tanpa pengalaman mencoba atau mengamati, dunia belajar terasa bosan dan sunyi. Dengan melatih skill, para murid akan lebih mudah menghapal dan memahami.  

Para guru juga acap menceritakan upaya mereka menggapai cita, dunia penuh rintangan, untuk memotivasi murid. Ide ide dasar tanpa sadar selalu mereka kisahkan secara detail dan merinci. Contohnya seperti Akhmad Yoni Risal S.Pd selaku guru passion seni dan juga guru prodistik Design grafis SMAM 1. Saban ia berhadapan dengan murid, motivasinya tak pernah menghilang dari ingatannya. Kisah di balik layar menjadi guru selalu terlontar di setiap mengajar.

Tantangan tugas akhir
Tingkat senior dengan junior tentu berbeda, kemampuan mereka yang sudah tertanam sejak dulu menjadi bekal untuk memulai pembelajaran, ketika menduduki kelas X dulu, ternyata kemampuan dasar TIK sudah pernah mereka para generasi 11 pelajari ketika menduduki kursi menengah maupun dasar masih mereka ingat. Dengan hanya jumlah 186 siswa dari keseluruhan 620 siswa SMAM 1 tidak mengurangi kualitas daya mereka di bidang prodistik. Persiapan mereka untuk menjadi generasi 12 begitu serius, bisikan bisikan mengenai tugas akhir yang serupa dengan tugas skripsi kuliah menjadikan mereka penuh hati hati dan lebih serius ketika mempelajari.

Salah satu siswa, Farah Daniyah, mengatakan, "Ini karena ada tugas akhir Prodistik, aku jadi kayak lebih serius gitu, terus gara-gara Prodistik ini juga awalnya aku enggak tertarik sama sekali ke bidang IT terus jadi suka soal soal komputer. Kalau dipikir lagi juga, makin ke sini, teknologi semakin maju. Kalau enggak belajar dari sekarang, mau kapan?".

Semua pembina mengarahkan muridnnya untuk membuat  suatu produk hasil pembelajaran mereka. Setelah semua mengasah soft skill, mereka diajak juga untuk mengasah hard skill. Memang tidak gampang, tapi dengan segala keseriusan mereka ketika belajar, hasilnya tidak mengecewakan.

Hand sanitizer, teh herbal, mengecek tekanan darah sudah dikuasai oleh mereka yang menyeriusi program Passion bidang kesehatan. Menghafal beberapa hadis dan doa, juga 30 juz Al-Qur'an berhasil mereka lakukan melalui program Passion. Di bidang seni, produksi aneka macam barang, termasuk lukisan digital maupun lukisan tangan berhasil laris mereka pasarkan serta menarik banyak perhatian khayalak.

Memanfaatkan pelajaran passion, SMAM 1 memang tidak jarang menampilkan pameran untuk menarik perhatikan orang luar. Setiap murid harus punya andil dalam kegiatan. Kelas XI memimpin juniornya sesuai dengan pengalaman yang mereka dapatkan dahulu, sementara kelas X mencoba dan mengikuti para kakak kelasnya. Karya atau produk yang mereka hasilkan selalu memberikan ukiran senyuman yang indah di saat produk mereka terbeli oleh banyak orang. Hal ini menjadi candu bagi mereka yang aktif dalam membantu sekolah, mereka berkomentar memang melelahkan tapi menghasilkan pengalaman yang indah. “Candu, namun asyik,” komentar  Imroatu Dzakiyah.

Bukan hanya sekedar pembelajaran biasa, setiap tahunnya siswa akan mendapat nilai rapor sebagai pengukuran diri seberapa besar kemampuan siswa ketika mengikuti pembelajaran Prodistik dan juga Passion. Cukup Baik, Sangat baik, dan disertakan isi pesan dari guru pembina. Dari sana, wali murid juga bisa memperhatikan segala jenis perkembangan buah hati tercinta mereka.

Ada awal, tentu ada akhir. Sesudah mendapatkan 3 tahun pembelajaran, saat di kelas XII, siswa perlu menyiapkan tugas akhir. Untuk kelas Prodistik yang melibatkan ITS, siswa harus lebih tekun lagi karena mereka membawa nama baik sekolah. Tugas akhir ini layaknya skripsi, namun mungkin lebih ringan. Imbalannya adalah gelar D1 yang menggiurkan. Semua siswa SMAM 1 berlomba lomba untuk mendapatkan gelar istimewa ini. Yang pasti mereka semua berusaha sebisa mungkin untuk terus maju, meskipun badai angin topan beliung menerjang raganya.

"Semua pasti bisa,” ujar Waka Kesiswaan SMAM 1 Rulita Aquies S.Si . SMAM 1 pasti berharap semua kebaikan dan kesuksesan akan hadir dalam raga seluruh siswanya. (M-2)

OPINI MUDA
Alyssa Safira Mahfud - SMAM 1 Gresik
“Prodistik dan Passion ini membawa hal positif kepada teman-teman. Mereka diajak untuk belajar tentang hal-hal pada bidang IT di Prodistik. Diperbolehkan masing masing anak untuk memilih bidang apa yang mereka sukai, agar mereka bisa mendalami hal tersebut, yang berawal dari hobi hingga bisa jadi prestasi. Pastinya penting banget buat kita para generasi muda. Jadi aku bangga banget punya teman-teman yang semangatnya luar biasa.”

 

BERITA TERKAIT