23 September 2022, 17:00 WIB

Sederet Beras Kuno untuk Kesehatan


Putri Rosmalia |

SEBAGAI negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga memiliki banyak jenis beras yang dapat jadi alternatif beras putih. Beras-beras kuno tersebut umumnya lebih sehat karena lebih kaya akan kandungan serat dan rendah gula.

 

Founder Javara Indigenous Indonesia, Helianti Hilman, mengatakan di seluruh Indonesia, terdapat ribuan jenis beras. Diyakini jumlahnya mencapai lebih dari 7 ribu jenis dengan karakter yang berbeda-beda. “Saat ini berdasarkan data yang kami kumpulkan yang tersisa itu hanya sekitar 1.200 jenis,” ujar Helianti, dalam acara workshop Ancient Rice di The Dharmawangsa, Jakarta, Sabtu (20/8).

 

Helianti menjelaskan, setiap jenis beras memiliki perbedaan atau karakternya sendiri. Salah satu yang paling terlihat adalah dari penampilannya. Warna beras yang ada di Indonesia sangat bervariasi, tak hanya putih, merah atau hitam.

 

“Ada juga yang ungu bahkan warna pink. Semuanya punya kandungan nutrisi yang berbeda-beda juga,” ujar Helianti.

 

Di antara banyaknya jenis beras di nusantara, Javara menjual setidaknya dua puluh jenis beras sehat yang bisa jadi alternatif beras putih biasa. Beberapa jenisnya di antaranya adalah cempo hitam, beras coklat menthik wangi, beras pink saudah, beras putih menthik wangi, beras merah andel abang, beras putih menthik susu, rojolele gebyak, rojolelel super, dan menur.

 

“Seluruhnya merupakan beras organik yang ditanam dan dipanen secara tradisional oleh mitra petani kami yang berasal dari berbagai daerah,” ujar Helianti.

 

Karakter setiap beras sangat khas, mulai dari warna nutrisi, bentuk hingga rasa ketika dimakan. Pembeli dapat memelajari setiap jenisnya dulu sebelum menentukan jenis apa yang akan dipilih.

 

Misalnya, beras cempo hitam. Beras yang banyak diproduksi di Yogyakarta dan beberapa daerah di Jawa Tengah tersebut memiliki warna merah pekat yang cenderung kehitaman. Teksturnya tak berbeda jauh dengan beras merah yang sudah lebih populer di masyarakat Indonesia, empuk dan lebih berserat. Beras cempo hitam mengandung serat dan antosianin yang baik untuk sistem kekebalan tubuh, membantu mengontrol tekanan darah, serta kadar gula dalam darah.

 

Berbeda dengan beras cempo hitam yang cenderung pulen meski berserat, beras coklat menthik wangi memiliki karakter beras yang lebih pera, tetapi tetap empuk. Beras tersebut memiliki aroma alami yang mirip dengan aroma daun pandan. 

 

Beras lain yang tak kalah bernutrisi adalah beras pink saudah. Beras tersebut juga kaya akan antosianin dan serat yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Meski kaya akan serat, beras pink saudah memiliki tekstur yang lebih lembut dan ringan sehingga lebih mudah dicerna oleh pencernaan. Beras pink saudah disebut sebagai beras yang paling baik dan banyak digunakan oleh para penderita autoimun.

 

Contoh beras sehat lainnya adalah jenis andel abang yang dibawa ke Tanah Air oleh para penjelajah dari Champa, Vietnam, di abad ke-14. Berbagai penelitian menyebutkan beras tersebut kaya akan serat, antioksodan, dan selenium. Kandungan-kandungan tersebut berfungsi membantu menangkal radikal bebas, mencegah kanker, dan mengontrol gula darah jika dikonsumsi secara rutin.

 

“Jadi jangan hanya terfokus pada satu jenis saja karena kita punya banyak sekali yang bisa dipilih dan lebih baik juga untuk kesehatan,” ujar Helianti.

 

Sementara itu, Chef Julio dari The Dharmawangsa Jakarta, mengatakan setiap jenis beras memiliki karakternya sendiri ketika sudah menjadi nasi. Karena itu biasanya ada beberapa perbedaan dari cara memasak.

 

“Perbedaan utama itu dari berapa banyak air yang digunakan untuk memasaknya dan juga durasi memasaknya. Tapi selebihnya sama dengan proses memasak beras putih biasa,” ujar Julio.

 

Umumnya, jenis beras kuno membutuhkan air yang lebih banyak ketika dimasak. Namun, semuanya kembali ke selera masing-masing orang ketika akan menyantapnya.

 

“Kadang ada yang memasak beberapa jenis beras sekaligus. Itu mungkin yang lebih susah karena setiap jenis berbeda waktu matangnya. Jadi tinggal disesuaikan saja,” ujar Julio.

 

Beras-beras kuno yang dijual oleh Javara tersedia dalam berbagai pengemasan. Untuk di dalam negeri pilihan ukuran kemasannya lebih bervariasi. Mulai dari kemasan ukuran 400 gram hingga 5 kilogram. Harganya berkisar antara puluhan hingga ratusan ribu rupiah tergantung beratnya. (M-1)

BERITA TERKAIT