21 September 2022, 08:21 WIB

Peneliti Jepang Rancang Robot Humanoid yang Bisa Tertawa


Putri Rosmalia |

Kecanggihan robot humanoid terus meningkat. Terbaru, sekelompok peneliti robot di Universitas Kyoto, Jepang, tengah merancang robot humanoid yang dapat tertawa.

Dilansir dari theguardian.com, Selasa, (20/9), robot humanoid yang tengah mereka rancang untuk bisa tertawa itu bernama Erica. Erica dtargerkan nantinya bisa memiliki kemampuan menangkap humor yang dilemparkan manusia lawan bicaranya dan meresponnya dengan tertawa.

Para peneliti  robot dari Universitas Kyoto saat ini tengah pada tahap menyusun sistem lewat artificial intelligence (AI) untuk Erica. Jika berhasil, Erica akan jadi robot humanoid pertama di dunia yang bisa merespon selera humor manusia dan membuat robot jadi semakin menyerupai manusia.

“Kami berpikir bahwa salah satu hal yang harus ada untuk membuat robot yang lebih besar perannya dalam melakukan komunikasi dengan manusia adalah dengan menghadirkan kemampuan memiliki empati pada sistemnya. Dan kami merasa bahwa tertawa adalah salah satu wujud terbaik yang membuktikan adanya empati dan respon emosi,” ujar ketua penelitian robot Erica, Koji Inoue.

Salah satu cara yang digunakan para peneliti untuk mengajarkan respons tertawa pada Erica adalah dengan melibatkan setidaknya 80 dialog dari mahasiswa dengan Erica. Para mahasiswa diminta untuk berpura-pura berbincang dalam berbagai tema percakapan.

Hasil percakapan acak tersebut kemudian disertakan dalam sistem AI yang dirancang. Sistem di tubuh Erica kemudian dibuat untuk dapat merespon berbagai jenis percakapan secara natural.

“Masih banyak tantangan yang masih harus kami lalui dan pecahkan hingga akhirnya nanti Erica bisa sepenuhnya memiliki kemampuan merespon berbagai jenis dan suasana dalam percakapan dengan manusia. Saat ini responnya masih terbatas pada menjawan beberapa pertanyaan saja dan gerak tubuh seperti lirikan mata,” ujar Inoue.

Inoue berpendapat masih dibutuhkan waktu panjang untuk bisa menciptakan robot humanoid yang sempurna layaknya manusia dalam hal kemampuan membaca emosi. Ia memperkirakan masih dibutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk mencapainya.(M-4)

 

BERITA TERKAIT