05 August 2022, 18:30 WIB

Pameran Pajang Karya KamiSketsa Digelar Mulai hari ini di Galeri Nasional


Fathurrozak |

KamiSketsa mulanya adalah program bimbingan edukasi reguler dalam bentuk lokakarya yang berlangsung tiap Kamis, diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia. KamiSketsa dimulai pada 12 Oktober 2017, bertepatan dengan Hari Museum Indonesia.

Sebelum pandemi covid-19, lokakarya KamiSketsa dilaksanakan setiap Kamis mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Sementara semasa pandemi, kegiatan berlangsung secara daring.

Pada tiap tahunnya, KamiSketsa pun mengadakan pameran dari karya para peserta bertajuk Pajang Karya. Tahun ini, Pajang Karya memasuki putaran kelima, yang berlangsung pada 4-28 Agustus di Bilik KamiSketsa Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Publik pun bisa berkunjung mulai hari ini dan selama pameran berlangsung mulai pukul 10:00 WIB-15:30 WIB.

Pada pameran kali ini, Pajang Karya dikuratori Zamrud Setya Negara dan Alam Wisesha. Pajang Karya kali ini menampilkan karya milik pegiat sketsa sekaligus anggota KamiSketsa Galnas, Budiman dan Her Agus.

Ada 15 karya sketsa yang akan dipamerkan, ditambah dengan satu objek tiga dimensional berbentuk figur penari, serta topeng-topeng yang akan merespons dinding outdoor yang berisikan sketsa wajah-wajah pelaku KamiSketsa GalNas.

Karya-karya Budiman menampilkan karya sketsa dengan kekuatan teknik pure black and white, menggunakan eksplorasi layer yang sangat optimal. Sementara pada karya-karya Her Agus yang dibuat menggunakan ranting sebagai pengganti kuas, menyuguhkan kepiawaian teknik blocking warna pada bidang gambar serta cropping bentangan sketsa yang menyoroti dominasi objek sketsa yang dibuatnya.

Pertemuan antara kedua karya pegiat sketsa ini akan membawa narasi tentang Jakarta sebagai tempat pertemuan sekaligus langkah awal, dari "tamu-tamu" Jakarta yang mampu memberikan dan memiliki kebermanfataan, pengaruh, dan tingkah laku yang baik terhadap Jakarta. Sehingga tajuk yang diangkat pada Pajang Karya putaran kelima adalah Jelajah Jakarta Lewat Tinta.

"Pesona Jakarta yang tak ada habisnya, dibuktikan melalui tanga Budiman dan Agus Heru, yang bisa memunculkan pesona Jakarta dalam 'cahaya dan warna' yang berbeda," kata Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Kamis, (4/8).

Lebih lanjut ia juga mengharapkan karya-karya dalam Pajang Karya kali ini dapat membuat publik semakin terbuka dengan beragam jenis teknik, yang mampu mendorong publik mulai menekuni sketsa hingga bisa menjadi bagian dari penggiat sketsa Indonesia.

Pajang Karya tahun ini juga dilengkapi dengan program publik berupa lokakarya bertajuk Merdeka Lewat Tinta yang akan diselenggarakan pada Kamis, 18 Agustus pukul 10.00 WIB di Ruang Workshop (Gedung D).

Peserta lokakarya akan dipandu oleh Budiman dan Heru Agus untuk belajar membuat sketsa bangunan-bangunan yang berkaitan dengan kemerdekaan (Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi), dengan menggunakan media tinta cina dan ranting. Untuk mengikuti lokakarya ini, peserta bisa melakukan registrasi terlebih dulu melalui tautan https://linktr.ee/galnas. (M-4)

BERITA TERKAIT