22 June 2022, 15:15 WIB

Rayakan HUT Jakarta Berteman Kuliner Khas Betawi


Devi Harahap |

IBU KOTA DKI Jakarta hari ini menginjak usia ke-495 tahun. Salah satu ikon kebudayaan Jakarta yang menarik untuk dikulik adalah makanan khas Betawi.

 

Kuliner Ibu Kota diketahui punya sejarah panjang dan dipengaruhi oleh beragam budaya China, Arab dan Eropa. Sayang, beberapa sajian khas itu kini makin sulit ditemui karena berbagai sebab, baik karena kelangkaan bahan hingga kemahiran pengolahan yang tidak dimiliki banyak orang, termasuk di keturunan Betawi sendiri.

 

Dikutip dari buku “Makanan Khas Betawi” yang ditulis Lilly T. Erwin (2008) terbitan Gramedia Pustaka, berikut ini sejumlah kuliner khas Betawi yang menggugah selera:

 

1.            Sayur Besan

Sayur Besan adalah salah satu jenis makanan Betawi yang jadi sajian wajib dalam rangkaian adat “ngenjot” dalam proses perkawinan Betawi. Pada saat prosesi ngenjot, keluarga mempelai perempuan mengantar beberapa barang dan makanan termasuk sayur besan kepada keluarga mempelai pria. Biasanya dilakukan sehari sebelum akad nikah.

 

Sesuai Namanya, sayur besan menyiratkan hubungan antara kedua orangtua mempelai. Sayur besan yang memiliki bahan utama berupa tebu telur (telor) yang teksturnya mirip telur ikan terubuk. Sayur terubuk yang langka di pasaran membuat sayur besan juga sulit ditemui.

 

 

2.            Gabus Pucung

Salah satu makanan khas Betawi yang kian hari kian langka adalah Sayur Gabus Pucung. Ikan gabus dimasak dengan pucung atau kluwak/ kluwek sehingga kuahnya berwarna gelap mirip rawon. Sajian ini bercitarasa asam menyegarkan dan gurih dengan citarasa kluwek yang khas. Selain bahan utama ikan gabus dan kluwak, sayur ini juga menggunakan cabai, bawang, kencur, jahe, dan kunyit, sebagai bumbu.

 

3.            Gurame Pecak

Sajian ini memiliki kuah yang tampilannya mirip kuah bumbu rujak, berwarna kuning dengan santan pekat. Kuah santan itu dimasak dengan bumbu kuning, kemiri, kacang tanah, bawang merah dan bawang putih, kencur serta garam.   Kuliner yang satu ini memiliki cita rasa asam dan gurih, karena perpaduan beragam bumbu. Untuk ikannya, gurame digoreng dulu sebelum dicampur dengan bumbu. Selain itu, gurame untuk pecak ini juga bisa dibakar.

 

Selain gurame, ikan lele juga bisa digunakan untuk pecak. Sebagai pelengkap, ada pula sambal kacang atau sambal bening.

 

4.            Bubur Ase

Ase dalam bahasa Betawi berarti semur yang encer. Bubur Ase adalah bubur nasi yang disantap dengan semur, tetelan, potongan tahu, dan kentang. Kemudian ada tambahan potongan ketimun, lobak, lokio, sawi asin, taoge, dan sedikit cuka. Sebagai pelengkap, sajian ini ditaburi kacang tanah goreng, emping dan kerupuk, serta sambal cabai rawit merah ulek.

 

5.            Laksa Betawi

Menurut sejarah, asal laksa Betawi sebenaranya dari kawasan Cibinong, Jawa Barat. Pengusaha makanan ini kebanyakan warga berdaeah Tiongkok Betawi. Isian laksa Betawi adalah ketupat, bihun, telur, perkedel, daun kemangi, dan daun kucai. Kuahnya kuning bersantan. Sajian ini makin nikmat dengan kerupuk emping. Perbedaan laksa Betawi dengan laksa Medan dan Bogor adalah kuah yang lebih pekat atau medok.

 

6.            Sayur Babanci

Menurut sejarah, sayur babanci ini merupakan makanan khas Betawi-Tionghoa peranakan, hal ini bisa dilihat dari makna Kata Babanci yang berasal dari penggabungan kata babah dan enci.

 

Sayur babanci kini hanya kerap dijumpai di momen istimewa seperti di Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha saja. Unsur utama makanan ini adalah kuah santan berisi daging sapi dan diberi aneka bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah. 

 

 

7.            Soto Tangkar

Soto Tangkar adalah soto berisi iga sapi dengan kuah gurih dan segar khas Betawi. Tangkar sendiri dalam bahasa Betawi artinya tulang iga. Walaupun kuahnya menggunakan santan, soto ini tidaklah terlalu terasa pekat.

 

Sajian ini punya sejarah panjang sebagai makanan masyarakat kelas bawah Betawi saat zaman penjajahan Belanda. Pada masa itu, masyarakat Betawi hanya mampu membeli tangkar yang hanya berdaging sedikit untuk kemudian diolah menjadi Soto yang enak. Saat ini Soto Tangkar dapat disajikan dengan tambahan daging dan aneka jeroan sesuai selera.

 

 

8.            Nasi Ulam

Nasi ulam adalah nasi putih biasa yang diaduk dengan serundeng dan bawang merah serta ditaburi remukan kacang. Sajian ini dilengkapi pula dengan topping mihun goreng, cumi kering, dendeng sapi manis, perkedel, dan telur dadar. Semuanya lalu disiram kuah semur tahu kentang dan ditambah daun kemangi serta irisan timun, tidak lupa taburan kerupuk tapioka.

 

Nasi ulam dibuat dari nasi biasa, tidak dimasak dengan santan. Menurut sejarah, dendeng dan mihun goreng dipengaruh oleh budaya Tionghoa. Sedangkan perkedel merupakan "kontribusi" Belanda, sedangkan Semur mempunyai kemiripan dengan calderada dari Portugis. Nasi ulam menjadi bukti hadirnya pengaruh dari berbagai budaya kuliner yang pernah singgah di Jakarta. (M-1)

BERITA TERKAIT