13 June 2022, 22:50 WIB

Jangan Lewatkan Fenomena Strawberry Moon Besok Malam!


Devi Harahap |

Fenomena antariksa yang cukup langka, Strawberry Moon (Purnama Stoberi Super) akan terjadi di langit Indonesia, Selasa (14/6) malam. Untuk menyaksikannya, masyarakat Indonesia tidak perlu peralatan khusus.

Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang mengatakan untuk menyaksikan fenomena ini, masyarakat cukup arahkan pandangan sesuai arah terbit hingga terbenamnya bulan.

"Fenomena ini bisa diamati tanpa perlu bantuan alat optik apapun, kecuali jika ingin mengabadikannya dalam bentuk foto ataupun video," katanya seperti dilansir dari situs resmi BRIN, pada Sabtu (11/6).

Fenomena Purnama Stoberi Super akan terjadi pada 14 Juni 2022, pada pukul 18.51 WIB/ 19.51 WITA/ 20.51 WIT, pada jarak 357.368 kilometer.

Dilansir dari Space.com pada Sabtu (11/6), masyarakat di beberapa negara di dunia juga bisa menyaksikan fenomena Purnama Stoberi Super ini secara virtual.

Salah satu layanan yang menyediakan ive streaming adalah Virtual Telescope Project di Ceccano, Italia. Waktu siarannya akan dimulai pada pukul 02.15 Rabu (15/6) dinihari WIB.

“Kita akan mengagumi bulan purnama yang terbit meninggi di atas monumen megah kota Roma, Kota Abadi," kata astrofisikawan, Gianluca Masi.

Badan Penerbangan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan, pafa fenomena Purnama Stoberi Super, bulan akan tampak 17 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada saat purnama normal. 

Purnama Stroberi Super merupakan salah satu dari tiga fenomena langka yang akan hadir di Indonesia dari 14 Juni sampai 14 Juli 2022. Dua fenomena lainnya yaitu, Bulan Baru Stroberi Mikro (New Strawberry Supermoon), dan Purnama Rusa Super (Full Buck Supermoon).

Andi juga mengatakan penamaan Strawberry Moon diambil dari The Farmer's Almanac (Almanak Petani Amerika). Pasalnya pada bulan Juni, yang juga menandai akhir musim semi dan awal musim panas, para penduduk asli Amerika biasanya memanen buah stroberi, sementara pada bulan juli tanduk dari rusa jantan berusia muda mulai tumbuh.

“Jadi penamaan ini sebenarnya berasal dari penanda musim dan perilaku hewan yang timbul pada musim-musim tertentu bagi penduduk asli Amerika,” jelas Andi.

Ia menambahkan, seperti pada umumnya fase bulan baru, fenomena purnama stroberi super ini juga dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari biasanya.

“Pasang laut tertinggi akan terjadi pada 14 Juni dan 14 Juli, sehingga disarankan bagi nelayan untuk tidak melaut di dua hari sebelum dan dua hari sesudah puncak fenomena ini, yakni antara 12 hingga 16 Juni, dan 12 hingga 16 Juli 2022. Perhitungan ini hanya mempertimbangkan faktor astronomis saja tanpa melihat gelombang laut akibat badai angin” katanya. (www.space.com/www.brin.org/M-2) 

BERITA TERKAIT