03 June 2022, 10:13 WIB

Cermati Tiga Bahan yang Dapat Membuat Sushi Jadi Tidak Halal


Devi Harahap |

Sushi merupakan kuliner khas Jepang yang kerap dikonsumsi masyarakat Indonesia. Pada dasarnya, sushi adalah makanan kaya akan vitamin dan bergizi yang terdiri terdiri atas nasi, sayuran, dan boga bahari segar.

Belakangan ini, media sosial kita tengah dihebohkan dengan unggahan video dari aktor dan model, Adrian Maulana, yang mewanti-wanti pengikutnya, khususnya umat muslim, untuk cermat saat makan di restoran Jepang. Pasalnya, masih ada restoran yang menyajikan menu sushi dengan material mirin dan shoyu (kecap asin Jepang) yang tidak halal.

Lantas mengapa mirin dan shoyu bisa membuat Sushi tidak halal? Apa saja bahan-bahan yang membuat Sushi tidak halal? Ayo, kenali titik kritis kehalalan sushi.


1. Mirin

Dilansir dari Japanese Food Guide (21/3), mirin merupakan bumbu tradisional asal Jepang yang kerap digunakan sebagai pemanis dalam masakan, termasuk pada nasi untuk sushi. Meskipun juga sering disebut rice wine, pembuatan mirin berbeda dari sake dan anggur beras lainnya. Mirin tradisional dibuat dari beras ketan, alkohol suling, dan beras yang dibudidayakan dengan koji (Aspergillus oryzae), jamur pemakan pati yang digunakan untuk membuat alkohol, cuka, dan produk kedelai yang difermentasi.

2. Shoyu

Shoyu adalah kecap asin yang kerap menjadi 'condiment' wajib saat mengonsumsi sushi. Meskipun suda ada shoyu halal, masih ada restoran Jepang yang menggunakan shoyu beralkohol.

Mengutip Food Diversity (12/6), shoyu terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi, gandum, garam, dan air.
Shoyu memiliki tekstur hitam halus serta dianggap sebagai bumbu yang kaya akan cita rasa umami, sehingga shoyu populer sebagai bumbu masak dan saus pelengkap makanan.

Shoyu bisa mengandung alkohol secara alami dari proses fermentasi yang memberikan aroma serta berfungsi mencegah jamur. Selain itu, pada beberapa kasus, produsen menambahkan lagi alkohol pada shoyu jika kandungan alkohol dari proses fermentasi tidak cukup untuk mencegah jamur. Dalam proses memasak, kandungan alkohol pada shoyu umumnya menguap oleh panas.

3. Sake  

Dilansir dari halaman LPPOM MUI (3/3), sake adalah minuman beralkohol dari Jepang yang berasal dari hasil fermentasi beras. Sake sering juga disebut dengan istilah anggur beras.

Sake dan mirin punya fungsi penting yaitu menghilangkan bau amis pada ikan yang acap menjadi komponen penting dalam sushi.

Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati mengatakan meski penggunaan Sake hanya sedikit dalam proses pembuatan sushi, sake tetap haram untuk dikonsumsi muslim karena mengandung alkohol. Keduanya termasuk khamr dan tidak bisa dilakukan proses verifikasi kehalalannya. "Tidak melihat lagi penggunaannya seberapa. Mau banyak atau sedikit, mabuk atau tidak mabuk, tetap saja tidak halal. Karena khamr itu haram dan najis. Apalagi ada yang bilang, jika dipanaskan alkohol akan menguap. Tapi tetap saja tidak bisa karena zatnya sudah terkandung dalam masakan tersebut," jelasnya.

 

BERITA TERKAIT