25 May 2022, 11:21 WIB

Rayakan Dua Dekade, JCO Helat Konser From the New World


Fathurrozak |

Dalam rangka merayakan ulang tahun yang ke-20, Jakarta Concert Orchestra (JCO) yang dipimpin maestro Avip Priatna Mag. Art akan menggelar konser bertajuk From the New World, pada Kamis 26 Mei 2022. 

Tema itu diambil dari nama simfoni paling populer karya Antonín Dvořák tahun 1893. Konser ini akan menampilkan full instrument dari karya Dvořák. JCO juga menampilkan  dua bintang tamu musisi muda, Marini Widyastari pada Flute dan Bagaskoro Byar Sumirat pada Oboe. Mereka akan tampil sebagai solis pada Flute Concerto karya Alexey Shor dan Concertino Oboe karya Brenno Blauth. 

JCO lahir pada 2002, digawangi oleh Avip Priatna dan almarhum Toeti Heraty. Sekaligus menjadi kelompok orkestra pertama di Indonesia yang mampu membawakan opera secara lengkap. Beberapa karya klasik yang pernah dibawakan di antaranya adalah Bach, Handel, Mozart, Beethoven, Schubert, Tchaikovsky, dan Borodin.

“Salah satu misi kami adalah terus memopulerkan musik orkestra di Indonesia sehingga menjadi tontonan yang bisa dinikmati secara lebih luas oleh lebih banyak kalangan, termasuk kalangan muda. Upaya kami dalam meraih misi tersebut akan tertuang pada pertunjukan-pertunjukan yang kami usung. Kami berharap melalui konser peringatan 20 tahun JCO mendatang dapat mengawali tahapan dan harapan baru industri musik setelah masa pandemi serta mengobati rasa rindu para pecinta musik terutama musik klasik,” kata direktur musik dan konduktor JCO Avip Priatna dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Selasa, (24/5).

Pada perayaan dua dekade JCO yang akan berlangsung pada Kamis, 26 Mei ini mereka juga akan membawakan karya musisi Indonesia Arya Pugala Kitti berjudul Nebula Karya secara perdana.

Konser ini sekaligus menandai pembukaan Balai Resital Kertanegara dengan wajah barunya, yang telah selesai direnovasi. Hall konser dengan kualitas akustik yang baik ini selain sekarang memiliki daya tampung penonton lebih banyak, yaitu hampir 400 kursi. Juga memiliki sebuah orchestra pit sehingga panggung utama menjadi lebih luas karena para musisinya memiliki tempat khusus. (RO/M-2) 

BERITA TERKAIT