25 May 2022, 06:20 WIB

Ini Alasannya Mengapa Tubuh Perlu Meneteskan Air Mata


Nike Amelia Sari |

Air mata bertindak sebagai indikator fisik keadaan emosional batin yang biasanya terjadi ketika kita merasa sedih atau sukacita berlebihan. Di dalam otak kita, emosi yang kuat mengaktifkan jaringan otonom pusat.

Jaringan ini terdiri dari dua bagian yaitu sistem simpatis (yang mengaktifkan respons melawan ketika kita melihat bahaya) dan sistem saraf parasimpatis, yang mengembalikan tubuh ke keadaan tenang. Emosi yang kuat mengaktifkan bagian simpatis dari sistem ini, tetapi ketika kita menangis, bagian parasimpatis diaktifkan, membuat kita merasa lebih baik.

Lalu, apa yang terjadi ketika kita sedang stres atau lelah? Melansir dari sciencealert.com, Sabtu (21/5), Peggy Kern, Associate professor, Universitas Melbourne mengungkapkan korteks prefrontal atau bagian otak kita yang berpikir, merespons sinyal emosional yang dilepaskan oleh jaringan otonom pusat, membantu kita mengatur respons emosional untuk menangani emosi dengan cara yang terkendali.  Korteks prefrontal seperti prosesor utama komputer Anda, mengelola tugas untuk menjaga sistem berfungsi dengan baik.

Sayangnya, semakin kita stres dan lelah, atau jika kita mengalami rasa sakit fisik atau emosional yang berkepanjangan, sistem simpatis tetap aktif. Korteks prefrontal menjadi kewalahan, seperti komputer yang memiliki terlalu banyak program yang berjalan sekaligus.

Otak menjadi kurang mampu mengatur emosi kita dengan cara yang diharapkan, menghasilkan respons emosional yang terlihat, seperti air mata atau ledakan kemarahan. Kita mungkin bahkan tidak menyadari betapa kewalahannya kita sampai air mata mengalir di wajah setelah insiden atau pengalaman yang tidak menyenangkan ataupun hal yang tampaknya kecil.

Orang yang memiliki skor tinggi pada ciri-ciri kepribadian empati atau neurotisisme cenderung lebih sering menangis. Menangis berlebihan juga bisa menjadi indikasi fisik dari depresi, karena otak diliputi rasa sakit emosional.


Alasan Psikologis, Sosial, dan Fisik

Kemudian, apa gunanya air mata? Di luar alasan psikologis, air mata memainkan beberapa peran sosial.  Air mata membantu menciptakan dan mempertahankan ikatan sosial. Air mata dapat bertindak sebagai tangisan minta tolong, menunjukkan kepada orang lain bahwa kita tidak baik-baik saja dan membutuhkan dukungan.

Air mata sering menimbulkan perasaan simpati pada orang lain, membantu kita terhubung dengan mereka. Air mata juga bisa terjadi ketika kita merasakan simpati yang mendalam untuk orang lain, menangis bersama mereka, yang semakin memperkuat ikatan sosial.

Selain alasan psikologis dan sosial, ada juga alasan fisik untuk menangis. Misalnya, ketika kita lelah, kita bekerja keras untuk menjaga mata tetap terbuka, yang membuat mata menjadi kering.  Tubuh kita memproduksi air mata untuk melawan kekeringan, menjaga mata tetap lembab sehingga kita bisa melihat dengan jelas.

Mata berair juga umum terjadi pada penyakit pernapasan seperti pilek, flu, dan virus korona. Ketika kita mengalami infeksi di dalam tubuh, sel darah putih dikerahkan untuk melawan kuman tersebut.  Sel darah putih ekstra ini dapat mengobarkan pembuluh darah di mata, yang menyebabkan saluran mata tersumbat, membawa air mata. (M-4)

 

BERITA TERKAIT