21 May 2022, 15:51 WIB

Dokumenter Start from Scratch Jadi Pembuka Festival Flavs 2022


Fathurrozak |

Perjalanan festival hip hop, rnb, dan soul, Flavs Festival sudah dimulai sejak 2020. Dalam dua edisi, akibat pandemi festival itu pun harus berlangsung secara virtual sama seperti kebanyakan festival musik lain.

Namun, tahun ini festival yang dipromotori Visicita Network berniat untuk menggelar festivalnya secara luring. Setelah dua edisi perdananya digelar virtual. Flavs Festival 2022 akan berlangsung pada 10-11 September di Istora Senayan, Jakarta. Dengan seluruh penampilnya adalah para musikus dari skena dan industri hip hop dan rnb Indonesia.

Untuk menyambut itu, Flavs pun mengeluarkan dokumenter Start from Scratch yang disutradarai Alexander Sinaga. Dokumenter tersebut merekam perjalanan terlahirnya Flavs Festival yang digagas M. Riza (Bhokero).

Dalam dokumenter tersebut, Alexander menelusuri kelahiran Flavs Festival yang hadir saat pandemi menghantam. Alexander juga menelusuri festival soul dan rnb di Indonesia yang ketika itu cuma muncul Soulnation (Java Festival Production). Alexander juga menarik ke belakang akar hip hop di Indonesia, termasuk mewawancarai Iwa K, dan menelusuri perkembangan skenanya hingga saat ini.

“Sebenarnya ceritanya datang dari Bhokero. Ide awalnya itu menyoroti pandemi. Karena terjadi pandemi, dan Flavs harus beradaptasi, sepertinya menarik kalau jadi film. Itu mesti di-capture. Sebab penting untuk ditonton, dikenang, dan didedikasikan untuk semua yang ada di hi hop dan rnb,” kata Alexander mengenai dokumenter Start from Scratch saat pemutaran terbatas untuk media di Epicentrum XXI, Jumat, (20/5).

Nantinya, kemungkinan dokumenter ini juga bakal diputar keliling secara terbatas di kota-kota tertentu dalam rangkaian pra-acara Flavs Festival. Tapi, Bhokero menyebut film berdurasi 28 menit ini bakal diputar di mini sinema saat Flavs Festival 2022 terselenggara.

“Di Flavs nanti ada mini sinema, bisa nonton di situ. Dan sebagai bentuk dedikasi ke sutradara, kami juga ingin membawa film ini ke festival,” kata direktur festival Flavs M. Riza atau Bhokero.

Tahun ini, Flavs Festival mengambil tema Revival. Direktur program Flavs Festival, Yacko, menyebut tema itu dipilih karena tahun ini juga menjadi kebangkitan bagi festival musik yang kembali hadir secara luring. Beberapa di antara festival musik yang telah memutuskan untuk terselenggara secara luring selain Flavs adalah Java Jazz, Pesta Pora, dan WTF. Flavs menyebut selain hadir secara luring, mereka juga hadir secara virtual untuk memberikan akses penonton yang di luar Jakarta juga bisa menikmati.

“Skena hip hop di festival biasanya cuma jadi selipan. Inilah saatnya skena hip hop, rnb, soul punya rumah dan festivalnya. Dalam pengamatanku, di medsos sudah banyak melihat teman-teman hip hop di daerah penontonnya gila-gilaan. Membawa kearifan mereka masing-masing. Tapi ya itu, sayangnya mereka jarang manggung offline. Kami menciptakan Flavs, suatu hari semua dari generasi dan daerah manapun bisa main di Flavs,” kata Yacko.(M-4)

BERITA TERKAIT