15 May 2022, 05:15 WIB

DENI WAHYUDI DAN TRI YUNI RAHMAWATI : Kerja Serabutan demi Keluarga


(*/M-1) | Weekend

DENI Wahyudi juga menjadi gambaran anak yang terpaksa bekerja untuk membantu ekonomi keluarga. Anak asal Jombang, Jawa Timur, ini harus bekerja selepas lulus sekolah dasar.

“Tidak sekolah karena tidak ada biaya buat masuk sekolah,” ungkap Deni yang kini berusia 15 tahun.

Hadir bersama ibunya, Tri Yuni Rahmawati, di Kick Andy, Deni menuturkan bahwa ayahnya meninggal sekitar tujuh bulan yang lalu akibat sakit asam lambung. Sang ayah sebelumnya
bekerja sebagai sopir bus dalam kota.

Deni memiliki empat adik, dua di antaranya duduk di kelas 3 dan 1 SD. Ia juga memiliki seorang kakak, tapi semenjak kecil sudah hidup bersama kerabat. Merasa menjadi anak tertua,

Deni pun berusaha bekerja apa pun. Ia pernah menjadi tukang angkut kedelai selama 3 bulan, menjadi tukang parkir, dan kini menjadi pengantar jemput anak SD. “Memang tujuannya untuk membantu ibu karena kasihan lihatnya kesusahan,” ucap Deni.

Sang ibu memang memiliki pekerjaan, tapi jauh dari mencukupi. Penghasilan perempuan yang akrab disapa Wati ini sebagai pekerja warung hanya Rp45 ribu per hari. Ia harus berhemat sekuat tenaga agar bisa mencukupi berbagai kebutuhan, termasuk membayar kos Rp400 ribu per bulan di Dusun Nglongko, Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Jombang.

Wati menuturkan, sebetulnya sangat sedih harus merelakan Deni putus sekolah. “Deni itu sebetulnya pengin sekali sekolah, tapi dia itu enggak tega sama saya dan adik-adiknya.

Adiknya Deni ada yang dua tahun, itu dekatnya sama Deni. Kalau ditinggal Deni itu nangis. Makanya Deni kalau kerja harus di sekitar rumah, berapa pun nilainya enggak masalah,” tambahnya.

Wati berharap suatu saat nanti Deni bisa menggapai cita-cita sebagai pemain sepak bola dan menjadi mekanik mobil. Ia mengatakan Deni memang memiliki kepintaran terkait permesinan, antara lain bisa membetulkan motor yang rusak. Wati pun ingin dapat memberikan rumah yang layak bagi anak-anaknya. (*/M-1)

BERITA TERKAIT