28 April 2022, 11:18 WIB

Fakta Menarik Telur Asin, Makanan Khas Tradisi Indonesia


Devi Harahap |

Telur asin merupakan salah satu makanan tradisi Indonesia yang menjadi kesukaan banyak kalangan. Telur asin berasal dari telur itik atau bebek yang diawetkan dengan cara diasinkan. Di Indonesia, telur asin tidak hanya dimakan secara langsung, namun dapat diolah menjadi beragam jenis makanan, di antaranya, saus telur asin, botok telur asin, dan pepes tahu telur asin.

Pada awalnya, telur asin ditetapkan menjadi warisan budaya sebagai sajian yang dihidangkan untuk ritual sembahyang kepada Dewa Bumi oleh masyarakat Tionghoa di Brebes, yang kemudian menjadi terkenal menjadi makanan oleh-oleh khas Brebes.

Selain rasanya yang nikmat, telur asin juga memiliki beberapa fakta menarik, dilansir Michelin Guide, Senin (26/4). Telur asin biasanya dibuat melalui tiga metode tradisional yakni Pertama, dengan cara merendam telur dengan larutan garam. Kedua, melapisi dengan garam kasar. Ketiga, melapisi dengan pasta pasir, lumpur, atau tanah liat.

Telur asin memiliki kandungan kolesterol dua kali lebih banyak dari telur ayam. Akan tetapi, telur asin mengandung lebih banyak protein, lemak, kalsium dan potasium daripada telur bebek segar tetapi lebih rendah zat besi dan vitamin. Ciri khas telur bebek asin yang baik adalah kuningnya (yang dimasak), warna oranye tua, tekstur kasar, dan minyak yang tidak terlalu kental.

Produksi modern telur bebek asin biasanya bergantung pada metode pengasinan yang paling sederhana dan paling efisien dalam larutan garam pekat. Meskipun kebijaksanaan tradisional menyatakan bahwa menghilangkan putih yang rasanya biasa-biasa saja akan menyebabkan kuning telur mengering dan kehilangan rasanya, berkat kemajuan teknologi seperti penyegelan vakum dan pengeringan beku, saat ini kuning telur asin dapat dijual secara terpisah atau bahkan dalam bentuk bubuk.

Makanan telur bebek asin secara historis juga bermanfaat untuk mengobati demam dan panas pada tubuh. Sampai hari ini, bubur nasi putih dengan telur asin adalah obat rumah tradisional untuk diare, dan minyak kuning telur asin sebagai obat untuk mata berair. Kuning telur dan garam adalah dua bahan individual dengan daya tarik rasa yang hampir universal, sekaligus kaya dan gurih.

Tidak hanya sebagai telur utuh, telur asin juga dapat disajikan dalam bentuk bumbu pelengkap, mulai dari bubuk telur asin hingga saus telur asin. Awalnya, sajian menu berbahan dasar telur asin ini diciptakan oleh restoran makanan Tiongkok di Singapura yang kemudian semakin populer hingga merambah ke Indonesia.

Memiliki cita rasa yang unik, proses pembuatan telur asin bisa dikatakan sangat praktis. Hanya dengan bermodalkan air, garam, dan stoples telur asin yang gurih, telur asin sudah bisa tersaji di meja makan. (M-4)

BERITA TERKAIT