26 April 2022, 12:59 WIB

Bahan Kimia dari Tabir Surya Ancam Ekosistem Laut


Putri Rosmalia |

Sekelompok peneliti dari Pusat Riset Nasional Spanyol (Spanish National Research Council) menemukan bahan kimia yang merupakan bahan baku tabir surya di lautan sepanjang Mediterania. Menurut mereka bahan kimia tersebut menjadi ancaman nyata bagi ekosistem di laut.

Dilansir dari theguardian.com, Selasa, (26/4), salah satu peneliti yang terlibat, Doktor Silvia Díaz Cruz, menyebutkan setidaknya ada lima zat kimia dari tabir surya yang mereka temukan. Kelimanya ialah oxybenzone, avobenzone 4-methyl, benzylidene camphor, benzophenone-4, dan methyl parabens.

Bahan-bahan tersebut merupakan komposisi utama pada tabir surya. Seluruhnya berfungsi membangun kekuatan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.

Salah satu biota laut yang diketahui sudah terpapar bahan kimia dari tabir surya ialah rumput laut, ikan, dan kura-kura laut.  Sebagian besar rumput laut di sepanjang wilayah Mediterania yang ramai dikunjungi turis telah terkontaminasi bahan-bahan kimia tersebut.

"Kontaminasi ini kemungkinan besar terjadi akibat aktivitas turis, aktivitas masyarakat di dermaga, hingga pembuangan limbah ke laut," ujar Cruz dalam penelitiannya yang ditayangkan pada Marine Pollution Bulletin edisi April 2022 ini.

Dikatakan oleh Cruz kondisi sebagian besar laut Mediterania yang dangkal membuat potensi kerusakan akibat paparan bahan kimia jadi lebih tinggi.

Cruz mengatakan, setelah menemukan fakta tersebut, saat ini timnya tengah melanjutkan penelitian tentang dampak terburuk kontaminasi yang terjadi pada biota laut. Pada ikan dan kura-kura, bahan kimia dari tabir surya terbukti dapat memengaruhi sistem reproduksi dan mengganggu pertumbuhan fisik mereka.

Sementara itu pada rumput laut, penelitian untuk mengetahui dampaknya masih sedang dilakukan.

"Jika kami menemukan dampak kimia tabir surya ternyata memengaruhi fotosintesis dan produktivitas rumput laut, tentu itu hal yang mengkhawatirkan mengingat rumput laut memegang peranan penting dalam ekosistem laut Mediterania," ujarnya.(M-4)

BERITA TERKAIT