24 April 2022, 05:10 WIB

Muhammad Arief Maulana dan Sarlinastiti Citra Hayu S : Segudang Pertimbangan


(*/M-1) |

KEPUTUSAN sebagai keluarga childfree juga diambil oleh pasangan Muhammad Arief Maulana dan Sarlinastiti Citra Hayu S. Keputusan itu telah mantap mereka ambil sejak sebelum menikah pada 2012.

Arief mengaku pemikiran tidak memiliki anak karena menyadari beban lebih banyak yang ditanggung perempuan. “Di awal saya sudah bilang ke dia, aku menikah denganmu, ada tidak ada anak tidak masalah karena ketika memiliki anak, aku sadar banget bahwa bebannya itu lebih banyak di wanita, mulai dari dia mengandung, kemudian keseharian pun akan menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak. Jadi, kalau enggak (ada anak), ya, sudah enggak apa-apa karena aku menikahi dia bukan untuk punya anak,” jelasnya.

Sarlinastiti yang akrab dipanggil Cibi mengaku awalnya cukup terkejut dengan pernyataan suaminya. “Saya agak kaget bisa ada pandangan (childfree) dari laki-laki, padahal di laki-laki lain biasanya sebaliknya menginginkan keturunan. Tapi di dia saya tidak menemukan itu, dia benar-benar menunjukkan bahwa ketika dia mengajak saya menikah, memang dia ingin menjadikan partner hidupnya ada atau tanpa anak,” ujar Cibi.

Arief mengungkapkan keputusannya bukan lantaran pengalaman di keluarga. Bahkan, ia mengaku masa kecilnya penuh kasih sayang dan sangat mengagumi cara orangtuanya dalam mendidik anak. “Orangtua saya ini bagus banget mendidik anak. Tapi apakah saya punya kapasitas yang sama seperti orangtua saya? jangan sampai nanti ketika saya akhirnya memutuskan punya anak tiba-tiba tidak bisa menjadi sosok ayah yang baik buat anak saya, kasihan anaknya,” jelas Arief.

Meski begitu, Arief dan Cibi tetap terbuka jika di masa depan, salah satu dari mereka berubah pikiran. Jika itu terjadi, mereka pun bertekad akan menempuh jalan tengah karena pernikah­an tetap yang terpenting.

Arief dan Cibi juga sudah memikirkan mengenai masa tua, khususnya saat telah pensiun dan hingga saat mereka tiada. Keduanya berencana ingin menyumbangkan 100% harta mereka kepada yayasan yang bergerak di bidang ling­kungan hidup. Keduanya menyakini keluarganya bisa memahami keputusan mereka dan mengerti bahwa ada orang lain di luar sana yang lebih membutuhkan legasi mereka. (*/M-1)

 

BERITA TERKAIT