17 April 2022, 05:25 WIB

Muhammad Rifky Habibie: Kreativitas Menggapai Mimpi


(*/M-1) |

PANDEMI yang sudah berjalan dua tahun belakang ini membuat banyak orang tak memungkinkan untuk beraktivitas di luar rumah. Begitu pula yang dirasakan anak muda asal Bandung yang bernama Muhammad Rifky Habibie.

Habibie, begitu pemuda 20 tahun itu biasa disapa, pun merasakan dampak perkuliahan yang menurutnya tidak lagi efektif ketika dilakukan secara daring. Ia memutuskan untuk cuti kuliah.

Ia mencoba produktif lewat Ome TV. "Dari awal covid-19 kita dituntut untuk di rumah dan tidak keluar beraktivitas. Dari situ saya bingung mau ngapain, nih, tapi di hati itu pengin berkarya di musik. Karena saya dari kecil bercita-cita pengin jadi musikus," katanya saat hadir sebagai bintang tamu Kick Andy episode Gitar Getarkan Dunia.

Pilihannya pada Ome TV juga terinspirasi oleh keberhasilan youtuber Fiki Naki. Setelah membuat akun Ome TV, Habibie berkomunikasi dengan orang-orang Eropa dan bernyanyi untuk mereka dengan lagu-lagu berbahasa Indonesia dan Inggris. "Awalnya saya kalau bahasa Inggris bisa dibilang enggak bisa, cuma belajar dari Ome TV dan sedikit-sedikit belajar dari mereka, dan alhamdulillah bisa sampai sekarang," ucapnya.

Selama memainkan Ome TV, ia merasa ibarat keliling dunia. "Ibaratnya keliling dunia. Kalau saya, dari pukul 10 atau pukul 11 sampai azan subuh," jelasnya.

Ketika dilihat di kanal Youtube Habibie yang bernama Rive Project yang saat ini sudah memiliki lebih dari 500 ribu subscriber, tampak Habibie dengan mudahnya berbincang dengan orang asing dari mancanegara. Namun, di balik itu Habibie mengaku meluangkan banyak waktu untuk belajar dan menemukan lawan bicara yang cocok.

Ia juga harus menyiapkan lagu lebih banyak supaya tidak monoton untuk lagu-lagu yang dibawakan. Meski harus begadang dan terus mengasah musikalitasnya, Habibie merasa senang dapat berkarya dan menghibur dengan suaranya.

Selain menjadi sosok Habibie asli dalam konten Ome TV, ia mencoba menyuguhkan persona baru dengan menjadi anak-anak berusia sebelas tahun yang ia beri nama Orok. Nama itu ialah panggilan Habibie saat di tongkrongan bersama dengan teman-temannya karena menjadi yang termuda.

Sebagai kreator konten, Habibie mengatakan orangtuanya mendukungnya. Ayah Habibie bekerja sebagai seorang karyawan swasta yang bekerja dalam proyek membuat jembatan dan jalan dan ibundanya seorang ibu rumah tangga. Sekarang Habibie bisa berbangga karena tidak lagi menjadi beban bagi orangtuanya, bahkan ia pun bisa membantu orangtua dari penghasilannya. Tak hanya itu, ia mampu mewujudkan keinginannya membeli beberapa alat musik. (*/M-1)

BERITA TERKAIT