25 March 2022, 02:10 WIB

Gara-Gara Radiasi, Usia Karier Perempuan Astronaut Jadi Lebih Singkat


Devi Harahap |

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memungkinkan astronau berjenis kelamin pria untuk berkarier lebih lama daripada  wanita. Hal itu didasarkan pada kebijakan NASA di tahun 1998 terkait batasan maksimum paparan radiasi pegion - -yang menimbulkan reaksi ionisasi. 

Saat berada di luar angkasa, astronaut bisa terpapar radiasi pengion, yakni sebuah gelombang energi tinggi yang dapat menghilangkan elektron dari atom di dalam tubuh. Radiasi pegion dapat meningkatkan risiko kanker bagi astronaut yang sedang menjalankan misi luar angkasa. 

Risiko tersebut dievaluasi dengan skala geser berdasarkan usia dan jenis kelamin, mulai dari di bawah 180 milisievert (mSv) batas radiasi karier untuk astronaut wanita berusia 30 tahun, dan batas maksimal radiasi hingga 700 mSv untuk wanita berusia 60 tahun. 

Jadi mengapa ada batas karier yang lebih rendah untuk paparan radiasi untuk astronaut wanita daripada astronot pria?

R. Julian Preston, pegawai pemerintah divisi Perlindungan Radiasi Badan Perlindungan Lingkungan AS mengatakan bahwa ambang batas radiasi yang lebih rendah untuk astronaut wanita NASA didasarkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah saat astronot wanita dan pria terpapar radiasi tingkat tinggi dalam waktu yang sama, wanita dinilai bisa mengalami resiko terdampak kanker paru-paru dua kali lebih tinggi. 

“Secara umum hal ini dianggap bahwa sebagian besar didasarkan pada orang-orang yang selamat dari bom atom di Jepang, terutama untuk kanker paru-paru, bahwa wanita lebih sensitif erhadap radiasi pegion daripada pria," jelas Preston yang dilansir dari Live Science (21/3).

Tidak sedikit astronaut wanita yang akhirnya harus mengakhiri karier di NASA lebih cepat karena aturan itu. Contohnya, pada tahun 2018, mantan kepala korps astronaut NASA Peggy Whitson, mengaku kecewa akan aturan batas radiasi bagi astronot wanita NASA. Sehingga, dirinya harus pensiun setelah mencapai batas paparan radiasi pada usia 57 tahun. 

Namun, ambang batas radiasi NASA diperkirakan akan berubah dalam waktu dekat. Pada 2021, NASA meminta panel ahli yang dibentuk oleh National Academies of Sciences, Engineering and Medicine untuk menilai kembali rencana mereka untuk mengubah batas radiasi kariernya menjadi 600 mSv untuk semua astronaut dari segala usia. 

NASA juga menentukan Batasan radiasi dengan menerapkan model risiko kanker badan tersebut pada individu yang paling rentan, termasuk astronaut wanita berusia muda.

NASA menghitung risiko rata-rata kematian akibat paparan untuk kelompok ini dan mengubah risiko. Paparan dosis 600 mSv nantinya diterjemahkan menjadi paparan yang akan diterima astronait selama empat ekspedisi, selama enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Sebagai perbandingan, dosis radiasi tahunan rata-rata yang diterima oleh seseorang di Bumi adalah sekitar 3,6 mSv, sedangkan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bisa mencapai dekitar 300 mSv per tahun. 

"Batas baru akan mengurangi dosis (radiasi) untuk beberapa kelompok laki-laki, terutama laki-laki yang lebih tua. Itu berarti bahwa para (astronaut) wanita bisa memiliki karier yang panjang," kata Preston. 

Dalam pertemuan di Juni 2021 lalu, komite penilaian menganalisis risiko, masalah etika, hingga komunikasi dalam rencana pedoman terbaru NASA. Dengan demikian, astronot wanita akan memiliki batasan yang lebih tinggi terkait paparan radiasi di ISS. 

"Kami membahasnya panjang lebar sebagai masalah etika. Ini adalah pertanyaan tentang keseimbangan antara dampak dari dosis yang sedikit lebih tinggi itu dengan kesetaraan peluang karier (astronaut wanita NASA). Kami mengusulkan NASA dapat melanjutkan dengan pendekatan itu," ungkap Preston. (M-2) 

BERITA TERKAIT