10 March 2022, 21:37 WIB

Kumpulan Cerpen Norman Erikson Pasaribu Masuk Daftar International Booker Prize 2022


Irana |

Buku kumpulan cerita pendek (cerpen) karya penulis Indonesia, Norman Erikson Pasaribu, masuk dalam daftar panjang (long list) penghargaan tahunan International Booker Prize 2022.

Happy Stories, Mostly (Tilted Axis Press, 2021), yang diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Tiffany Tsao dari karya Norman berjudul Cerita-cerita Bahagia, Hampir Seluruhnya, kini bersaing dengan 12 karya fiksi lain untuk masuk daftar pendek International Booker Prize 2022 yang akan diumumkan bulan depan. 

Ajang penghargaan literasi yang berpusat di Inggris tersebut dihelat sejak 2005. Ditujukan bagi penulis berkebangsaan manapun yang memiliki karya fiksi berbahasa atau diterjemahkan ke bahasa Inggris, International Booker Prize menjadi komplemen bagi penghargaan The Booker Prize yang (awalnya) hanya menyasar karya penulis asal negara-negara persemakmuran, Irlandia, dan Afrika Selatan. 

Dikutip dari situs The Booker Prize, Happy Stories, Mostly dinilai merupakan perpaduan kuat antara fiksi ilmiah, absurdisme, dan realisme historis alternatif yang bertujuan untuk mendestabilisasi dunia heteronormatif dan mengekspos kebusukan yang mendasarinya. '

Terinspirasi dari konsep 'decreation' Simone Weil dan penggunaan elemen budaya Batak dan Kristen, dalam Happy Stories, Mostly, Pasaribu menempatkan karakter queer pada situasi dan plot yang biasanya diisi oleh karakter hetero.'

Norman adalah penulis kedua asal Indonesia yang masuk dalam daftar panjang. Pada 2016, penulis Eka Kurniawan juga pernah masuk daftar serupa lewat Man Tiger yang diterjemahkan Labodalih Sembiring dari Lelaki Harimau. Penghargaan pada tahun itu dimenangkan novel Vegetarian karya penulis Korea Selatan, Han Kang. 

Cerita-cerita Bahagia, Hampir Seluruhnya ialah kumpulan cerpen kedua Norman, yang diterbitkan pada 2020 oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU). Sebelumnya, Norman juga menulis Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu (GPU, 2014). Di samping prosa, Norman juga menulis puisi. Kumpulan puisinya berjudul Sergius Mencari Bacchus (GPU, 2016) menjadi pemenang pertama pada Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta.

Happy Stories, Mostly bukan karya pertama Norman yang diterjemahkan oleh Tsao. Sebelumnya, ia juga menerjemahkan kumpulan puisi Sergius Mencari Bacchus - - Sergius Seeks Bacchus (Tilted Axis Press 2019). Karya penulis Indonesia lain yang juga ia terjemahkan adalah Orang-orang Bloomington, karya ikonik sastrawan Budi Darma (People from Bloomington), serta Perahu Kertas-nya Dee Lestari (Paper Boats).

Selain menerjemahkan, Tsao yang menetap di Australia juga menulis fiksi, yaitu trilogi fantasi The Oddfits, The More Known World, dan satu novel final yang tengah digarapnya. Ia juga menulis novel 'lepas' yaitu The Majesties dengan tokoh dua bersaudari dari keluarga Tionghoa-Indonesia kaya dan misteri yang melingkupinya. Novel itu kini diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh Norman Erikson Pasaribu. (M-2) 

 

BERITA TERKAIT