08 March 2022, 11:53 WIB

TikTok dan Netflix Hentikan Layanan di Rusia


Putri Rosmalia Oktaviyani |

Tidak hanya pemerintah dari negara-negara dunia, berbagai perusahaan teknologi juga mulai mengambil sikap tegas atas invasi Rusia ke Ukraina. TikTok dan Netflix menjadi dua di antara belasan perusahaan teknologi yang secara total menghentikan layanan mereka di negeri Beruang Merah tersebut.

Pada Senin, (7/3), TikTok secara resmi mengumumkan keputusan mereka menghentikan layanan di Rusia. Hal itu juga dilakukan sebagai respon atas aturan baru di Rusia tentang berita palsu.

“TikTok adalah wadah untuk menyalurkan kreativitas dan hiburan yang juga dapat membantu setiap orang mendapatkan info atau saling berbagi di tengah berbagai kondisi termasuk ketika perang. Meski begitu, kesemalatan dari tim dan pengguna kami tetap yang utama,” bunyi pernyataan resmi TikTok dalam akun Twitter mereka.

Pihak TikTok menyatakan akan terus memantau kondisi terbaru di Rusia. Bersamaan dengan itu evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan dilakukan.

Setelah dilakukan penghentian layanan sejak kemarin, warga Rusia tak akan lagi bisa mengunggah video atau menonton layanan streaming terbaru yang ada di aplikasi TikTok mereka. Mereka hanya akan bisa melihat konten yang telah mereka atau teman mereka unggah sebelumnya.

Sementara itu, layanan video berbayar, Netflix, juga memutuskan untuk sementara menghentikan layanan mereka di Rusia. Keputusan itu diumumkan Netflix sejak Minggu, (6/3). berbeda dengan TikTok, Netflix tak menjabarkan alasan spesifik mereka dalam mengambil kebijakan tersebut.

Dilansir dari theguardian.com, Selasa, (8/3), pihak Netflix hanya mengumumkan mereka akan menghentikan layanan streaming mereka di Rusia. Selain itu, juga akan dilakukan penghentian sementara tayangan-tayanagan yang berasal dari negara tersebut di platform mereka.

Sementara itu, sebelumnya berbagai perusahaan teknologi dan keuangan digital juga telah ramai-ramai menghentikan layanan mereka di Rusia. Di antaranya ialah Samsung, Apple, Microsoft, dan Dell yang telah menghentikan operasional pabrik di Rusia dan menghentikan aliran pasokan produk mereka ke Rusia. Selain itu, perusahaan kartu kredit global Visa, Mastercard, dan American Express juga melakukan hal serupa. (M-4)

 

BERITA TERKAIT