26 January 2022, 05:00 WIB

Macan Tutul di India Terinfeksi Covid-19 Varian Delta


Galih Agus Saputra |

Seekor macan tutul liar di India dikabarkan telah terinfeksi varian Delta dari virus SARS-CoV-2. Dokter Hewan Indian Veterinary Research Institute, Gaurav Kumar Sharma melaporkan temuan itu beberapa waktu lalu di repositori pracetak, bioRxiv.

Sharma dan tim memutuskan untuk melakukan penelusuran virus SARS-CoV-2 di hewan liar usai mengetahui adanya infeksi virus tersebut di tubuh singa, yang dipelihara di kebun binatang Hyderabad dan Chennai, India. Adapun macan tutul yang usianya belum mencapai satu tahun itu diperkirakan terinfeksi setelah mengambil makanan manusia di desa terdekat.

“Kami menemukan anak macan tutul yang mati ini di bulan Oktober yang mengindikasikan infeksi virus corona. Macan tutul, dibandingkan kucing lain, tidak terlalu malu di sekitar manusia, dan yang satu ini kemungkinan terinfeksi dari manusia di desa terdekat atau dari makanan yang mungkin mereka ambil di sana,” terang Sharma, seperti dilansir dari Independent, Selasa, (25/1).

Sharma selanjutnya menjelaskan penelusuran genetik protein pada anak macan tutul itu menunjukan adanya kecocokan yang cukup tinggi atas varian Delta yang menjadi penyebab munculnya gelombang kedua pandemi Covid-19 di India tahun lalu. Kemiripan juga terlihat pada varian yang menginfeksi singa di Jaipur dan Etawah.

Merebaknya virus SARS-CoV-2 di tubuh hewan tahun lalu juga pernah dilaporkan Departemen Pertanian Amerika Serikat. Kala itu, virus tersebut diketahui telah menjangkit lebih dari sepertiga rusa berekor putih di negara bagian Ohio. Prevalensi serupa juga pernah ditemukan pada rusa Iowa dan di Kanada.

“Virus ini mungkin telah menemukan inang baru di beberapa hewan liar. Banyak ahli percaya itu mungkin menjadi endemik dan tidak pernah sepenuhnya diberantas karena menemukan inang baru di hewan. Deteksi SARS-CoV-2 pada macan tutul yang berkeliaran bebas ketika insiden Covid-19 pada manusia telah turun ke tingkat yang jauh lebih rendah menggarisbawahi perlunya penyaringan dan pemeriksaan perkembangan status pembawa virus pada kucing liar secara intensif,” terang Sharma.

BERITA TERKAIT