19 January 2022, 15:00 WIB

Berlian Ini Terbentuk dari Asteroid yang Menabrak Bumi


Galih Agus Saputra | Weekend

Adanya fenomena alam langka berupa jatuhnya asteroid ke Bumi sekitar 2,6 hingga 3,8 miliar tahun lalu, rupanya masih menyisakan cendera mata hingga hari ini. Cendera mata itu berupa berlian hitam 555,55 karat bernama Enigma, atau yang juga dikenal sebagai carbonado.

Meski tak menyebut secara jelas, spesialis batu mulia rumah lelang Sotheby's Dubai, Sophie Stevens mengatakan carbonado memiliki usia yang sangat tua. Ia juga berbeda dengan berlian putih atau berlian berwarna lainnya yang biasa ditemukan di permukaan setelah terjadinya letusan gunung berapi.

"Berlian carbonado ditemukan di tanah aluvial, yang artinya terendap karena aliran sungai. Kemungkinan ia terbentuk setelah asteroid menabrak Bumi kemudian menciptakan deposisi uap kimia yang membentuk berlian ini,' terangnya, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa, (18/1).

Stevens selanjutnya mengatakan Enigma merupakan salah satu batu mulia di dunia yang paling sulit dipotong. Baginya batu ini adalah salah satu contoh 'keajaiban kosmik', yang mana di dalamnya terdapat kandungan nitrogen, hidrogen, dan mineral unik yang melekat pada asteroid yakni osbornite.

"Berlian itu diperoleh dalam bentuk kasar pada 1990-an oleh pemiliknya saat ini, yang memotongnya menjadi bentuk saat ini yang terinspirasi oleh simbol kekuasaan dan perlindungan berbentuk telapak tangan di Timur Tengah, Hamsa," imbuhnya.

Batu mulia yang mulanya dikira sebagai potongan arang itu kini rencananya akan dilelang secara daring. Sejak Senin kemarin, Sotheby's telah memamerkannya di Dubai, dan akan membawannya keliling ke Los Angeles, California dan London, hingga akhirnya lelang daring dibuka selama tujuh hari dan dimulai pada 3 Februari mendatang.

Kepala Sotheby's UEA, Nounou Boueiz mengatakan batu mulia ini sekilas tampak gelap, buram, keropos, dan sering kali menampilkan kilau halus. Ia juga akan menjadi batu mulia pertama yang dapat ditawar menggunakan mata uang kripto.

"Ini pertama kalinya kami memperkenalkan penawaran cryptocurrency di UEA, sebuah langkah yang sejalan dengan komitmen pemerintah sendiri untuk mengeksplorasi kemajuan digital, teknologi, dan ilmiah baru," pungkasnya. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT