18 January 2022, 22:00 WIB

Atourin Permudah Wisatawan Cari Info Wisata di Indonesia


Budi Ernanto |

INDONESIA terkenal memiliki banyak destinasi wisata. Tapi, sayangnya itu kurang diketahui banyak orang, baik dalam dan luar negeri. Hal itu lah yang membuat Benarivo Triadi Putra mulai merintis PT Atourin Teknologi Nusantara yang menghadirkan Atourin sebagai one-stop-solution platform yang dapat mempermudah wisatawan mencari informasi wisata dan mendapatkan referensi rencana perjalanan yang mudah dan cepat.

Menurut Benarivo yang akrab disapa Rivo, layanan-layanan yang Atourin miliki diharapkan dapat meningkatkan kualitas teknologi pada sektor pariwisata Indonesia.

Adapun layanan yang ada antara lain trip planner, informasi obyek wisata, open atau private trip, Custom trip, trip consultant, jasa tour guide, social media management, virtual traveling, pelatihan online-Offline untuk pelaku pariwisata, dan digitalisasi desa wisata di Indonesia.

"Atourin memiliki dua arti, yang pertama dibaca ‘Aturin’, artinya Atourin bisa ‘ng-aturin’ dan traveler bisa ‘meng-atur’ perjalanannya. Kedua, jika dipisah menjadi ‘A-tour-in’, itu menunjukkan kalau dengan Atourin bisa ‘tour’ di mana saja," jelas Rivo yang merupakan CEO Atourin dalam keterangan resminya, Selasa (18/1).

Dalam perjalanannya, Atourin berhasil meraih pencapaian sebagai juara di beberapa bootcamp dan inkubasi startup digital startup digital. Hingga awal 2020, Atourin resmi berpindah ke Jakarta yang bertempat di Plaza Mutiara, Setiabudi, Jakart.

Menghadapi pandemi di awal 2020, Atourin muncul dengan inovasi teknologi berupa wisata virtual (virtual traveling) sebagai solusi untuk mendukung pelaku pariwisata, seperti pemandu wisata, agar tetap dapat memiliki aktivitas dan mata pencahariannya.

Baca juga: Langkat akan Bentuk Balai Ekonomi Desa di Kawasan Wisata Bukit Lawang

Selain itu, metode ini tetap dapat memperkenalkan destinasi wisata kepada wisatawan domestik maupun mancanegara secara virtual. Lalu melalui Atourin Academy, memberikan jasa pelatihan dan pendampingan terkait pengembangan skill di bidang pariwisata secara online maupun offline.

Pelatihan itu untukpelaku pariwisata di seluruh Indonesia yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Inisiasi Atourin tersebut mendapatkan respon baik karena telah memberikan manfaat serta dampak positif kepada pelaku pariwisata agar dapat bertahan di kala pandemi. Hingga saat ini, terhitung lebih dari 350 wisata virtual telah diselenggarakan oleh Atourin yang berkolaborasi dengan pelaku pariwisata lokal di seluruh Indonesia," tutur Reza Permadi, COO Atourin.

"Lebih dari 3.000 wisatawan virtual telah dibawa untuk menikmati keindahan destinasi wisata di Indonesia secara virtual. Lebih dari 2.000 pelaku pariwisata local telah menjadi alumni pelatihan wisata virtual ini, diantaranya juga tercatat lebih dari 130 desa wisata telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan secara online maupun offline,” sambung dia.

Muchdlir Zauhariy selaku CFPO Atourin bercerita bahwa sudah hampir 2 tahun ini Atourin menyediakan jasa wisata virtual secara privat untuk perusahaan yang membutuhkan outing maupun sekolah yang membutuhkan field trip. Baik ke destinasi dalam negeri maupun luar negeri sesuai dengan permintaan yang dipandu langsung oleh pemandu wisata lokal.

Atourin terus melakukan berbagai inovasi sampai di penghujung tahun 2021. Atourin melakukan pengembangan pengalaman wisata virtualnya dengan memanfaatkan teknologi virtual reality (VR) dengan memanfaatkan media 360o yang dapat dirasakan dengan menggunakan VR Box atau VR Cardboard, sehingga wisatawan virtual dapat melakukan pencarian informasi wisata dari rumah masing-masing namun seolah-olah berada langsung di lokasi. (R-3)

BERITA TERKAIT