16 January 2022, 05:20 WIB

Amal : Komunitas untuk Bangkitnya Sigi


(*/M-1) | Weekend

GEMPA Sigi, Donggala, dan Palu yang terjadi pada 28 September 2018 mungkin salah satu bencana alam paling mengerikan di Tanah Air. Gempa itu juga diikuti likuefaksi atau bencana tanah bergerak dan seperti menjadi cair.

Bencana itu terjadi di Desa Jono Oge, Sigi, yang membuat satu dusun di desa itu hilang akibat digulung tanah yang seperti berubah menjadi lumpur. Total korban jiwa di Sigi mencapai 289 orang dan mencapai lebih dari 3.500 korban di keseluruhan tiga daerah itu.

Amal ialah salah satu saksi hidup gempa Sigi. "Keluarga dari Mama dan Bapak yang meninggal. Kalau saudara dari Bapak, ada satu orang yang meninggal dan dari Mama, ada satu orang juga. Sampai sekarang jenazahnya masih belum didapatkan," kata Amal saat menjadi bintang tamu Kick Andy episode Makna di Balik Cerita Duka, yang tayang hari ini.

Pria kelahiran Lolu, 31 Januari 1990 itu masih ingat tanda-tanda sebelum bencana. Amal yang bekerja di peternakan ayam melihat saat menjelang magrib itu ayam-ayam tampak kedinginan meski cuaca tidak dingin. "Jadi, saya naik ke kandang, tutup tirainya. Baru satu kandang yang saya tutup, udah goyang. Pas saya keluar, ternyata tanahnya sudah kebelah semua. Pokoknya suara keluar dari tanah itu kayak pesawat landing,” tuturnya.

Meski di luar kandang ia melihat tanah bergerak, Amal mampu bersikap tenang sehingga bisa menyelamatkan diri. Ia kemudian pulang ke rumah sembari bertekad akan menolong siapa saja sepanjang perjalanan berjarak 1,5 km itu.

Di jalan ia melihat lubang-lubang besar menganga yang bahkan menelan mobil. Amal akhirnya bisa tiba ke rumah 2,5 jam berikutnya setelah menolong korban yang ia temui di jalan.

Setelah peristiwa yang mencekam tersebut, Amal tergerak untuk menjadi relawan bencana. ”Saya tidak ingin kesulitan yang saya rasakan juga dirasakan orang lain,” tutur Amal yang selama tiga hari di pengungsian kesulitan makan dan minum.

Pada 2019, Amal semakin mengukuhkan misi kemanusiaannya dengan mendirikan komunitas dengan sebutan Sigi Berbagi Manfaat (SBM) bersama teman-temannya. Dana untuk kegiatan kemanusiaan dikumpulkan dari uang pribadi mereka.

Mereka berkeliling ke berbagai daerah di Sigi untuk menyalurkan bantuan bagi para korban bencana. Meski bencana telah lama usai, dampaknya terus berlanjut. Amal mengharapkan anak-anak muda lainnya juga mau bergerak untuk daerah masing-masing, termasuk bangkit setelah bencana. (*/M-1)

BERITA TERKAIT