02 January 2022, 06:30 WIB

Puisi sebagai Ruang Kontemplasi


Fathurrozak | Weekend

SELAIN menulis tulisan ilmiah dan tulisan ilmiah populer, Iqbal Mochtar rupanya juga punya kegemaran menulis puisi. Iqbal sudah gemar menulis puisi sejak masih duduk di bangku SMA. Meski demikian, puisi-puisi yang ditulisnya itu tidak dipublikasikan secara luas.

“Dalam menulis puisi, saya tidak memiliki tema-tema tertentu. Kadang saat berhadapan dengan situasi tertentu, menimbulkan rasa penasaran,dan keingintahuan yang membuat saya berkontemplasi. Misalnya, secara sederhana tulisan-tulisan saya kadang terinspirasi dari peliharaan saya, kucing dan kelinci. Ketika saya melihat, kenapa mereka, kok,diciptakan jadi binatang dan kita jadi manusia. Kenapa mereka harus di dalam sangkar dan kita bisa bebas. Hal-hal seperti itu yang menimbulkan pertanyaan saya dan membuat tulisan secara sederhana,” kata Iqbal saat konferensi video dengan Media Indonesia, Rabu (29/12).

Iqbal yang saat ini menetap di Qatarmengatakan ia mengidolakan beberapa penyair Indonesia. Di antaranya ialah WS Rendra, Taufik Ismail, dan Mustofa Bisri (Gus Mus). Ia menganggap mereka punya ketajaman dalam berbicara.

“Menurut saya, Taufik Ismail yang paling tajam dalam menuliskan sesuatu.”

Kegemarannya menulis itu tumbuh dari kebiasaannya membaca. Iqbal yang juga kerap diminta sejawat dan para peneliti untuk me-review tulisan ilmiah atau jurnal mereka sebelum dikirim ke WHO Timur Tengah mengatakan menulis sebagai upayanya mengungkap pandangan sebagai hasil bacaannya.

“Saya senang membaca. Tapi kalau cuma membaca, itu sifatnya reseptif. Jadi, tiap selesai membaca, saya menuangkannya ke dalam tulisan tentang pendapat yang telah saya baca. Dengan begitu, bukan saja menerima, tapi memberikan sesuatu tentang pandangan saya.” (M-2)

BERITA TERKAIT