12 December 2021, 06:00 WIB

Potensi NFT Muatan Lokal


Putri Rosmalia | Weekend

SALAH satu pengembangan blockchain yang sedang naik daun ialah non-fungible token (NFT). NFT dapat berupa aset digital yang tidak memiliki padanan identik karena dibuat sangat unik dan juga tidak bisa dikopi.

Meski sebenarnya tidak terbatas pada seni, saat ini bentuk NFT kebanyakan berwujud gambar, video, dan sejenisnya. Di ranah global, NFT telah terbukti berhasil mendatangkan keuntungan bagi banyak seniman. Bahkan, Maret lalu, NFT karya seniman digital Michael Winkelmann (Beeple) terjual di balai lelang Christie’s seharga Rp995 miliar.

Di dalam negeri, tren NFT juga tengah mengalami peningkatan. Namun, bagaimanakah sebenarnya ekosistem NFT di Indonesia dan potensinya? Berikut wawancara Media Indonesia seputar itu bersama Prasetyo Budiman yang mendirikan perusahaan NFT asli Indonesia, Superlative Secret Society (SuperlativeSS), pada Sabtu (4/12).

Bagaimana sebenarnya tren NFT dunia dan Indonesia sekarang ini?
Sebenarnya tren secara global NFT ini sedang agak menurun. Kalau dilihat, project-project NFT itu sekarang di ranah global sedang turun. Ada beberapa faktor, salah satunya karena nilai Ethereum yang sedang sangat volatil. Tapi prediksi saya ini hanya akan sebentar dan di tahun 2022 nanti akan kembali meningkat karena semakin banyak juga seniman yang mulai serius di NFT.

Menariknya, kalau di dalam negeri tren NFT ini bisa dibilang sedang berada di puncaknya. Karena mungkin sekarang-selarang ini ada seniman-seniman yang baru mulai tahu dan mulai terjun ke NFT. Jadi sedang sangat baik trennya. Makin banyak orang di sini yang ibaratnya melek NFT.

Terlihat juga dari semakin banyaknya komunitas-komunitas NFT di dalam negeri yang anggotanya sudah ribuan dan puluhan ribu kalau melihat di social media-nya.

Sudah berapa banyak seniman Indonesia yang terjun ke NFT dan seberapa menguntungkan?
Di beberapa platform untuk NFT itu sudah banyak sekali seniman asal Indonesia yang mengerubungi. Mereka umumnya menggunakan blockchain Tezos untuk transaksinya. Di ranah NFT space juga sudah banyak seniman asal Indonesia yang aktif. Jumlahnya mungkin sudah ribuan atau puluhan ribu.

Kelebihan (membuat NFT) yang paling utama menurut saya adalah sebagai solusi copyright atau hak cipta. Dengan adanya NFT, setiap karya akan memiliki kode tersendiri yang tak akan bisa terduplikasi. Jadi setiap sebuah karya dijual, sang seniman akan selalu mendapat pemberitahuan dan juga royalti. Itu terus berlaku meski karya sudah berpindah-pindah tangan, royalti akan terus mengalir secara terbuka dan secara langsung ke dompet digital sang seniman.

Selain itu, juga soal harga. Selama ini salah satu masalah bagi seniman, khususnya seniman digital art ini kadang karyanya dihargai dengan rendah. Dengan NFT ini setiap seniman punya peluang untuk mendapatkan keuntungan dan hidup yang lebih baik lewat penjualan karyanya.

Benar-benar tidak ada kelemahan NFT buat seniman?
Kalau dari sistem kerja NFT sebenarnya hingga saat ini saya tidak menemukan kekurangannya. Semuanya berjalan dengan baik dan aman dalam menjamin keaslian karya yang dijualbelikan serta penyaluran royalti terhadap seniman.

Pasar seni dengan NFT juga terus mengalami perkembangan. Di metaverse itu sudah ada Museum of Crypto Art, itu adalah museum digital yang menampung karya-karya seniman yang sudah dikurasi. Terdapat juga ruang digital lain yang menyajikan hasil kurasi mereka terhadap seniman-seniman NFT terbaik dari berbagai negara.

Namun, memang yang namanya ranah digital ini kan semua unsur di dalamnya seperti dua mata pisau. Bisa sangat menguntungkan, tapi juga bisa merugikan kalau penggunanya tak hatihati. Ancamannya (NFT) lebih dari sisi keamanan siber.

Tak jarang terjadi kasus seniman mengalami kerugian besar karena adanya serangan siber yang menyebabkan NFT dan saldo di dompet digitalnya hilang. Itu bisa karena kesalahan kecil seperti salah klik link yang masuk ke email atau Google Drive-nya. Jadi memang harus sangat hati-hati ketika beraktivitas di ruang digital ini.

Genre atau jenis karya seni yang sekarang paling banyak di NFT?
Bisa dibilang di NFT ini justru yang paling lengkap, ada semua. Ada pixel, ekspresionisme, dan banyak sekali lainnya. Tapi kalau soal mana yang paling laris, itu sulit dijawab. Karena di NFT ini kan lagi-lagi balik ke minat dan mata kolektor. Dari Indonesia juga sangat beragam genrenya dan senimannya yang aktif sudah ada dari Sabang sampai Merauke. Tapi kalau yang paling berpotensi menurut saya salah satunya yang ada muatan unsur lokalnya. Jadi, menurut saya, kalau diseriusi, Indonesia ini bisa jadi ibaratnya nation of artist di ranah NFT.

Penentuan harga di NFT bagaimana?
Itu benar-benar berdasarkan harga yang ditentukan oleh sang kreator dan juga penawaran calon pembeli. Makanya, kalau soal harga ini, kreator atau seniman harus pintar-pintar dan sering-sering riset. Perhatikan berapa ratarata harga dari karya seni lainnya yang sejenis dengan karya mereka.

Tapi kalau memang senimannya merasa itu sebuah masterpiece, jangan ragu untuk memasang harga yang tinggi. Kemudian promosikan di Twitter dengan mengikuti thread atau logaritma tentang NFT, jadi akan banyak yang bisa melihat karyanya.

Promo besar-be saran ini bukankah tidak menjadi upa ya menggo reng harga?
Yang namanya hal seperti itu pasti saja ada, tak hanya di pasar seni konvensional. Tapi kalau di NFT ini biasanya yang seperti itu hanya dilakukan untuk karya seni yang collectable. Biasanya itu dilakukan di media sosial Twitter. Jadi lebih ke bentuk pemasaran lewat social media kalau di NFT ini. Itu terjadi juga beberapa kali saya lihat, tapi kalau untuk yang karya perseorangan itu jarang.

Bagaimana pandangan Anda terhadap banyak pula seniman yang menganggap NFT mendisrupsi pasar?
Pendapat seperti memang pasti akan selalu ada. Kalau menurut saya, dengan perkembangan zaman, mau tak mau semua harus berusaha untuk mengikuti. Seniman-seniman ini mau tidak mau harus mendorong dirinya masing-masing untuk minimal mencari tahu apa itu NFT atau perkembangan di dunia digital lainnya. Ini hanya akan jadi disrupsi kalau mereka tidak paham potensi di baliknya.

Jadi, jangan langsung menolak atau memusuhi NFT ini. Sebaliknya, pelajari dan jadikan teman bagi mereka untuk bisa semakin berkembang. Buktinya sekarang semakin banyak seniman yang bisa mendapatkan keuntungan dengan NFT.

Apakah Anda setuju NFT perlu diatur pemerintah?

NFT ini kan sistemnya adalah token of ownership. Jadi sebenarnya kalau regulasi nya ya sudah ada di sistemnya yang berjalan itu, berupa kode itu. Jadi kalau untuk regulasi, saya rasa tidak terlalu dibutuhkan lagi karena sudah aman juga untuk menjamin copyright atau royalti.

Peran pemerintah yang dibutuhkan, menurut saya, lebih untuk menyosialisasikan dan mengedukasi seniman dan kreator tentang NFT. Dengan begitu, semakin banyak yang akan bisa ikut merasakan keuntungan dari perkembangan di ranah digital ini. Harus dukung seniman lokal yang selama ini masih minim pemahaman digitalnya dan masih sangat terbatas penyebaran karyanya. Itu yang menurut saya lebih penting untuk dilakukan pemerintah.

Berapa jumlah NFT yang dipasarkan SuperlativeSS dan pengembangan komunitas ini selanjutnya bagaimana?
SuperlativeSS memasarkan 11.110 item NFT yang dicetak dalam blockchain Etheteum. Seluruhnya merupakan hasil olahan programatik dari 220 lukisan tangan seniman SuperlativeSS, Arief Witjaksana.

Saya dan tim tengah fokus membuat Galeri NFT pertama di Bali. Dengan begitu, diharapkan Indonesia akan memiliki wadah karya NFT yang lebih terorganisasi dan dapat dipasarkan dengan lebih masif. 

Jadi, mudah-mudahan ini bisa jadi katalis bagi seniman-seniman lokal untuk terjuan dan masuk ke NFT space.

Galeri ini rencananya mulai beroperasi pada 11 Januari 2022. Nantinya ketika galeri sudah jadi, akan dilakukan beberapa program yang dapat diikuti oleh seniman lokal yang ingin lebih serius mencoba NFT. Kita akan buat seperti art market untuk seniman lokal dan juga global.

Melalui galeri itu nantinya SuperlativeSS akan dikembangkan secara lebih luas menjadi NFT hub atau jembatan bagi seniman dan kreator lokal agar bisa mendapatkan exposure yang lebih besar dari pasar seni digital global. Tujuan utamanya untuk memudahkan pertemuan antara para artist dan kolektor. (M-1)

BERITA TERKAIT