29 November 2021, 17:10 WIB

Koleksi Adaptasi Masa Disrupsi di JFW 2022


Putri Rosmalia |

PERHELATAN Jakarta Fashion Week (JFW) 2022 usai digelar pekan lalu. Puluhan desainer dan jenama lokal turut meramaikan ajang fesyen tahunan terbesar di Jakarta.

Digelar virtual, JFW 2022 mengusung tema besar Excellence in Disruption. Hal itu menggambarkan tetap hidupnya kreativitas para desainer di tengah distrupsi yang ada akibat pandemi covid-19 dua tahun terakhir. Setidaknya ada lebih dari 74 desainer dan jenama yang unjuk kreativitas di JFW 2022 tahun ini

"Disrupsi yang hadir membuat para desainer dan jenama lebih harus memahami kebutuhan konsumen. Mereka harus mampu beradaptasi untukbisa bertahan. Itu mengapa temanya adalah Excellence in Distruption," ujar Ketua JFW, Svida Alisjahbana, dalam rilisnya, Sabtu, (27/11).

Gelaran JFW 2022 dibuka dengan penampilan dari highlight koleksi terbaru seluruh desainer dan grand finalis JFW Model Search 2021. Selanjutnya penampilan panggung dibuka oleh koleksi dari desainer Jeffry Tan dan SOE Jakarta. 

Busana yang ditampilkan merupakan koleksi siap pakai (ready to wear) mewah dengan desain warna yang netral namun kuat. Perhelatan hari pertama JFW 2022 pada Kamis, (25/11) malam ditutup dengan koleksi terbaru dari jenama lokal Sejauh Mata Memandang.

Sejauh Mata Memandang menghadirkan busana siap pakai dengan sentuhan lokal yang menjadi ciri khasnya selama ini. Gaya modern dan lokal dengan variasi wastra berwarna cerah jadi ciri busana terbaru yang ditampilkan.

Pada hari kedua dan ketiga, juga turut tampil desainer dan jenama lokal dengan karya yang tak kalah memikat.  Mulai dari Cottonink x Nagita Slavina, Danjyo Hiyoji, Nurzahra, Benang Jarum, Calla the Label, Kami, Rinda Salmun, hingga Sean Sheila. 

Beberapa institut desain ternama seperti Lasalle College Jakarta dan Islamic Fashion Institute juga turut menghadirkan karya terbaik para desainernya. Pada penutupan Minggu (28/11), JFW 2022 menampilkan koleksi Ria Miranda, MKS, Major Minor, hingga Tulola.

Seperti halnya dengan berbagai ajang fesyen lokal dan internasional lainnya, pada JFW 2022 para desainer juga turut mengusung konsep fesyen berkelanjutan dan ramah lingkungan. Di antaranya ialah Rinda Salmun yang menggunakan benang dari limbah pakaian untuk dijadikan busana baru. (M-1)
 

BERITA TERKAIT