29 November 2021, 15:35 WIB

7 Seniman Buat Mural Sepanjang 110 Meter


Nike Amelia Sari | Weekend

Tujuh seniman muda dari Jakarta dan Bali ambil bagian dalam menggambar mural di tembok sepanjang 110 meter. Ketujuh seniman itu ialah Monez Gusmang (seniman asal Bali) dan seniman lainnya dari Jakarta yaitu Muchlis Fachri atau akrab disapa Muklay, Mayumi Haryoto, Mohammad Taufiq atau akrab dipanggil Emte, Shane Tiara, Bunga Fatia, hingga WD Willy.

Aksi menggambar mural ini digagas oleh Repaint Indonesia ini bertujuan untuk mengapresiasi para pejuang covid-19 dan mengisyaratkan pesan untuk bangkit kembali dari keterpurukan akibat pandemi.
Dibuat di sepanjang tembok sisi utara gedung Kompas Gramedia, Jakarta, foto-foto karya mural itu akan dipajang dan dipamerkan di acara Jakarta Content Week 2021 yang berlangsung 1-12 Desember mendatang di Gedung Sarinah Jakarta.

"Kalau gua sih menggambarkan harapan kita setelah dampak dari pandemi apalagi di dunia seni kreatif. Mungkin ada seniman-seniman di Jakarta atau luar jakarta yang sangat terkena dampak. Jadi, harapannya dunia perkesenian ini bisa pulih lagi," jelas Muklay di acara konferensi pers virtual Repaint Indonesia, Minggu (28/11). 

Proses pembuatan mural berlangsung 23-28 November 2021. "Mungkin kalau sulitnya panas sekali ya. Aku baru pertama kali ini juga yang melukis di luar terus panas beberapa hari. Kalau aku konsepnya lebih ngangkat kepada kepedulian lingkungan. Infrakstuktur yang ingin dibangun juga harus mempertimbangkan environment sustainability," ungkap Mayumi.

Lain halnya dengan Bunga, seniman muda ini mengaku lebih terbiasa menggambar dengan menggunakan desain abstrak sehingga ini menjadi tantangan tersendiri. "Kesulitannya adalah desain aku yang lebih ke abstrak, nah aku di challenge untuk gimana caranya style ini (abstrak) lebih dimengerti oleh orang-orang awam. Jadi, lebih ke komunikasi visual," tuturnya. 

Emte mengaku meski tak terbiasa melukis di media tembok namun dia merasa senang lantaran dapat berkumpul dengan para seniman lainnya setelah lama tidak berkumpul semenjak pandemi. Sementara, Mones menampilkan mural bergambar sosok burung garuda yang terbang melewati berbagai rintangan yang ada. Ia menjelaskan jika gambar itu bermakna Indonesia yang sejak dulu telah mampu melewati berbagai tantangan dan mampu bertahan hingga saat ini. Sosok garuda tersebut juga digambarkan terbang dengan fokus menuju ke arah tujuan yang lebih baik, yang digambarkan oleh Mones dengan simbol matahari.

Repaint Indonesia yang digagas oleh Candra Gautama merupakan gerakan kebaikan yang diprakarsai oleh Rekata Studio berkolaborasi dengan penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Gerakan ini bertujuan menyampaikan pesan dan menggugah para generasi muda untuk berekspresi, memberikan gagasan, perspektif, pemikiran, imajinasi tentang Indonesia secara kekinian sehingga berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik. (M-1)

BERITA TERKAIT