27 November 2021, 08:11 WIB

Lima Penyebab Migrain yang Jarang Diketahui


Putri Rosmalia | Weekend

Migrain atau sakit kepala sebelah adalah kondisi yang tak asing pada banyak orang. Serangan migrain bisa menyerang siapapun tanpa mengenal jenis kelamin atau usia.  Ketika serangan datang, gejalanya bisa sangat menyakitkan bahkan bisa menyebabkan gejala lain seperti mual dan muntah.

Dilansir dari cnn.com, Jumat, (26/11), umumnya migrain terjadi karena faktor hormon dan bisa mereda dengan sendirinya. Namun, terdapat juga beberapa hal yang jarang diketahui menjadi pencetus munculnya sakit kepala sebelah.

1.Waktu tidur
Menjaga waktu dan kualitas tidur sangat penting bagi setiap orang. Tak hanya kurang jam tidur yang dapat merusak tubuh, terlalu lama tidur juga bisa berakibat buruk. Salah satunya memicu serangan migrain. Aturlah waktu tidur dengan baik setiap hari, setidaknya 6--8 jam setiap hari.

2.Kekurangan magnesium
Kekurangan kadar magnesium dalam tubuh dapat membuat seseorang lebih mudah terserang migrain. Magnesium adalah mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menguatkan struktur tulang. Kekurangan magnesium dapat terjadi karena buruknya pola makan hingga tingkat stres fisik dan psikis yang tinggi. Untuk mengetahui kadar magnesium pada tubuh dan meningkatkannya, dibutuhkan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan,

3.Intoleransi gluten
Gluten memang merupakan salah satu kandungan yang memiliki banyak dampak tak baik bagi tubuh. Tak hanya berdampak buruk bagi anak dengan sindrom autisme, sebagian orang dewasa juga mungkin memiliki intoleransi terhadap gluten. Migrain dan sakit kepala secara menyeluruh merupakan salah satu gejala yang bisa muncul akibat intoleransi tubuh terhadap gluten.

4.Hipoglikemia aktif
Hipoglikemia aktif merupakan kondisi ketika tubuh sensitif terhadap kenaikan kadar gula dalam darah. Akibatnya tubuh lebih cepat memproduksi insulin setelah mengonsumsi karbohodrat sederhana seperti nasi putih hingga gula pasir. Perubahan kadar gula yang mudah berubah akibat sensitifitas tubuh itu akan memicu munculnya rasa sakit kepala sebelah.

5.Perubahan ritme kerja
Bagi seseorang yang sehari-harinya sibuk bekerja, hari libur pasti sangat berharga dan akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk bersantai dan istirahat. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sistem tubuh yang terbiasa sibuk dan beraktivitas tinggi dapat merasa kaget ketika terjadi perubahan ritme secara drastis menjadi sangat santai dan minim aktivitas. Hal itu tanpa disadari juga dapat memicu migrain atau dalam dunia medis sering diseut sebagai ‘letdown headache’. (M-4)

 

BERITA TERKAIT