17 November 2021, 01:05 WIB

Mineral Amat Langka Ditemukan Terperangkap dalam Berlian


Galih Agus Saputra |

Para ilmuwan dari University of Nevada, Las Vegas (UNLV), Amerika Serikat, baru-baru ini mengumumkan keberhasilan mereka mengidentifikasi mineral dari inti bumi. Mineral langka yang terbungkus berlian itu diperkirakan berasal dari kedalaman 600 km di mantel bawah bumi dan diberi nama davemaoite.

Para ilmuwan mengatakan bahwa mineral tersebut sebenarnya sangat mustahil untuk ditemukan. Pasalnya, ia semestinyawee hancur sebelum mencapai permukaan bumi. Namun karena kali ini ia terbungkus berlian, ia dapat melalui perjalanan dari kerak bumi.

"Ini adalah penemuan yang sangat tidak mungkin karena mineral biasanya hancur sebelum mencapai permukaan bumi. Tidak dapat mempertahankan strukturnya di luar lingkungan yang bertekanan tinggi," terang Ilmuwan UNLV, Oliver Tschauner seperti dilansir dari Independent, Selasa, (16/11).

Davemaoite, lanjut Tschauner, pada dasarnya merupakan senyawa kalsium silikat (CaSiO₃-perovskite). Tampilannya berupa bintik gelap yang sangat kecil di dalam berlian. Berlian itu sendiri sebenarnya sudah ditemukan sejak 1980-an, atau lebih tepatnya dalam sebuah usaha penggalian di tambang berlian Orapa, Botswana.

Pada suatu ketika, seorang pedagang diperkirakan telah menjual berlian tersebut kepada seorang ahli dari California Institute of Technology, Pasadena, pada 1987. Tschauner dan tim lantas dipercaya untuk menganalisis struktur dalamnya menggunakan seperangkat alat ilmiah baru.

"Kami sangat terkejut. Kami tidak pernah mengharapkan hal seperti ini," imbuh Tschauner.

Tschauner dan tim memberi nama mineral tersebut davemaoite, sebagai bentuk penghormatan pada Ho-kwang Dave Mao. Ia selama ini dikenal sebagai pakar geofisika eksperimental yang telah banyak mengembangkan metode, yang digunakan Tschauner dan tim sepanjang penelitian.

Mereka juga mengatakan bahwa struktur davemaoite kemungkinan menampung uranium dan thorium yang memengaruhi pembentukan panas di mantel bawah bumi. Menurut mereka, mineral ini akan sangat berguna, bahkan mempermudah kerja para ahli geologi dalam membuat model evolusi mantel bumi secara lebih rinci. (M-2) 

BERITA TERKAIT