07 November 2021, 05:15 WIB

Teguh Aprianto Beralih ke Peretas Legal


(*/M-1) | Weekend

SIAPA menyangka jika hobi bermain gim lantas bisa mengarahkan orang menjadi peretas legal yang penting bagi keamanan siber. Itulah yang dialami Teguh Aprianto.

Teguh kini dikenal sebagai konsultan dan praktisi keamanan siber. Ia salah satu orang di balik Ethical Hacker Indonesia yang berdiri sejak 2017.

Ethical Hacker Indonesia ialah perkumpulan para white hat hacker, yakni peretas yang bekerja dengan legal dan untuk kepentingan yang baik. Peretas topi putih biasanya bekerja dalam sebuah organisasi, perusahaan, atau pekerja lepas.

Saat hadir sebagai bintang tamu Kick Andy, Teguh mengaku sama sekali tidak memiliki latar belakang ilmu dunia informatika. Keahliannya sebagai peretas didapat lewat belajar secara autodidak.

Teguh sudah menyukai bermain gim daring sejak remaja. Gim favoritnya kala itu ialah Point Blank. "Saya alhamdulillah, ibu saya itu tipikal yang enggak melarang, tapi enggak mendukung juga. Jadi, dia biarin aja anaknya mau ngapain. Saya punya waktu main gim itu pas weekend. Jadi, dari Sabtu malam sampai Minggu pagi," katanya.

Di kala bermain, dia menemukan pemain lain yang bermain curang dengan cara menggunakan cheat game. Itu serangkaian kode atau program yang dapat membantu para pemain gim untuk memenangi pertandingan dengan cepat. Dari situ pula Teguh tertarik dengan keterampilan coding.

Coding untuk mencurangi gim buatannya tidak hanya dipakai sendiri, tetapi juga ia jual. Dari situ Teguh remaja sudah bisa mengumpulkan uang. Bahkan, ia bisa meretas akun warnet sehingga tidak perlu membayar.

Teguh mulai menemukan titik baliknya saat mengetahui kasus anak yang ditangkap akibat melaporkan kelemahan sebuah website. Ia kemudian mendirikan komunitas untuk para white hat hacker dengan tujuan memberikan informasi kepada pemilik situs yang memiliki celah untuk diretas.

Teguh juga sering menyuarakan pentingnya perlindungan situs dan memberikan program pelatihan coding dan pemrograman. Teguh juga membuat situs Periksadata.com yang bertujuan membantu masyarakat mengetahui dan melacak kebocoran data yang dimilikinya.

Teguh menjelaskan ada tiga kategori peretas. "Jadi, pada dasarnya ada tiga. Ada white, black, sama grey. Grey ini abu-abu. Jadi, bisa hari ini bandel dan besok bisa bener. Kalau black, ya, udah, dia bandel. Itu sebatas istilah, ya. Kembali lagi ke masing-masing orangnya," jelasnya.

Teguh mengajak para peretas untuk memanfaatkan kemampuan mereka untuk hal-hal yang positif. “Zaman sekarang banyak anak bandel itu ditangkap. Nah, terpanggil dari sana gimana ngajarin teman-teman untuk menggunakan kemampuan yang mereka miliki untuk hal-hal yang positif," imbuh pria kelahiran Jakarta itu.

Terlebih, tambahnya, saat ini banyak perusahaan membutuhkan jasa peretas legal untuk membangun keamanan siber. Dengan begitu, profesi peretas legal sudah berlimpah. (*/M-1)

BERITA TERKAIT