07 November 2021, 05:10 WIB

Arief Widhyasa Perspektif Positif Gim


NIKE AMELIA SARI | Weekend

PESATNYA perkembangan teknologi digital menghadirkan banyak profesi baru, termasuk di bidang gim daring. Tidak hanya sebagai pemain gim daring, profesi yang juga menjanjikan ialah pengembang gim, bahkan juga komentator gim.

Pergeseran konsep dan perspektif dunia gim dari sekadar hobi yang cenderung dipandang negatif menjadi pilihan profesi baru itulah yang dibahas di Kick Andy episode Gara-Gara Game yang tayang malam ini di Metro TV. Semakin unik, pada episode itu hadir pula Guru Besar Universitas Indonesia yang juga penulis buku Disruption, Rhenald Kasali, sebagai co-host.

Rhenald melihat di era disrupsi ini peran gim memang semakin meluas, bahkan bisa menjadi sarana pelatihan daring. "Dunia ini pindah ke artificial, dunianya dunia virtual, bagaimana training orang itu bisa dilakukan dengan menggunakan gim karena kalau kita menggunakan real itu mahal, misalnya konstruksi. Kalau konstruksi, kita menggunakan jembatan kemudian saat dibangun dan ada orang tertimpa, itu berisiko," papar pendiri Rumah Perubahan itu.

Berbagai perkembangan dunia gim pun dipaparkan nyata dari perjalanan kiprah Arief Widhyasa, CEO Agate Studio. Perusahaan pengembang gim itu didirikan Arief saat masih berkuliah, bersama 17 sahabatnya, pada 1 April 2009. Kini Agate Studio telah bekerja sama dengan 250 pengembang gim dan dinobatkan menjadi perusahaan gim terbesar di Indonesia. Salah satu mitra mereka ialah Square Enix, perusahaan gim tingkat global.

"Tujuan utama Agate memang teman-teman itu sejak dari kecil suka banget main game dan kita memang ingin kerja di industri game, tapi di Indonesia enggak ada. Basisnya sebenarnya sesimpel itu," papar Arief.

Pria kelahiran Denpasar, Bali, itu menuturkan, karena masih minimnya perusahaan gim daring kala itu, ditambah pengalaman mereka yang kosong dalam sisi bisnis, banyak kesalahan dilakukan di tahap awal. Salah satunya, mereka menghabiskan modal patungan Rp130 juta untuk menyewa rumah besar sebagai kantor.

Meski begitu, kelompok yang terdiri dari mahasiswa teknik dan seni itu tetap kompak meneruskan usaha hingga akhirnya bisa meluncurkan gim Earl Grey and This Ruppert Guy di tahun pertama. Gim itu mendapat sambutan bagus dan dimainkan sekitar 1 juta orang.

 

Unsur lokal

Arief mengaku kecintaannya pada gim sudah ada sejak sebelum masuk SD. Selain keseruan dunia gim, Arief merasa permainan tersebut menjadi pintu dunia yang membuatnya belajar banyak topik, seperti bahasa, sains, hingga sejarah.

"Game justru pintu saya untuk melihat dunia dan tahu kalau dunia ini beragam sekali. Berkat game-lah saya bisa melihat dunia lebih indah dan bisa lebih menghargai bahwa semua orang hidup mempunyai alasan masing-masing," tuturnya.

Semakin dewasa, ia mengaku menjadi pecandu gim yang bahkan merelakan jam tidur demi bermain. Hal itu pula yang membuat orangtuanya sempat kesal. “Saya ingat sewaktu ulangan gitu, adaptor game console-nya disembunyiin. Sampai pada akhirnya kita ngobrol dan buat kesepakatan yang penting nilai saya di sekolah rangking. Jadi, harus ada effort dulu saya di pembelajaran, baru dibelikan game," kenang pria 34 tahun itu.

Arief bisa membuktikan prestasi akademik tetap bagus dengan terus dipilih menjadi wakil sekolah di ajang-ajang olimpiade sains. Di sisi lain, kreativitasnya terkait dengan gim juga terus mengalir. Ia pernah membuat board game, komik, hingga menciptakan beberapa gim menggunakan peralatan pembuat gim amatir yang sudah jadi, seperti RPG Maker. Ketika berkuliah di Jurusan Ilmu Komputer Institut Teknologi Bandung (ITB), Arief terpilih menjadi wakil kampus di ajang Imagine Cup 2008 untuk Rural Innovation Award di Louvre, Paris, Prancis.

Kini di Agate, Arief dan rekan-rekannya juga memiliki visi untuk membuat gim dengan unsur lokalitas Indonesia, baik lewat sosok cerita rakyat maupun urban legend. Contohnya, pada gim Code Atma yang diluncurkan ke pasar internasional, terdapat fitur pocong keren.

Kemudian Memories, sebuah gim yang ditujukan untuk perempuan, menggabungkan kisah Cinderella dan dibumbui cerita Bawang Merah Bawang Putih. (M-1)

BERITA TERKAIT