31 October 2021, 05:10 WIB

UBAIDILLAH Pekerjaan Sesuai dengan Minat


(*/M-1) | Weekend

PENGALAMAN menggunakan kartu prakerja datang dari pria yang berasal dari Serang, Banten, Ubaidillah. Sejak 2013, Ubai terus berpindah pekerjaan karena status yang tidak pernah tetap.

Demi bertahan hidup, beragam pekerjaan pun dia lakoni, mulai menjadi tukang bangunan, pengemudi ojek, hingga bekerja di usaha agen perjalanan. Ia juga berpindah-pindah domisili, termasuk di Surabaya, Magelang, Pemalang, dan Bogor.

Dari jejaring media sosial, Ubai membaca informasi tentang program Kartu Prakerja. Kemudian, dia tertarik hingga mencari informasi lebih banyak tentang program itu.

Ubai berpikir, ia bisa meneruskan minat dan keterampilan yang ia punya saat kuliah meski kemudian putus di tengah jalan. Karena pernah tergabung dalam kelompok pecinta alam, ia pun memilih pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja.

"Semenjak kuliah, saya ikut mahasiswa pecinta kelestarian alam. Di situ, saya belajar panjat tebing, susur gua, arung jeram, naik gunung. Di sini, saya pun belajar bagaimana safety untuk baik diri sendiri maupun orang lain. Jadi, saya ada keahlian ini, tapi sertifikasinya tidak ada," papar Ubai saat menjadi bintang tamu Kick Andy episode Pantang Padam Meraih Cita yang tayang Minggu (31/10).

Baginya, pelatihan itu dapat menjadi modal untuk mencapai hidup sesuai dengan kecintaan atau minatnya. Pelatihan pertama itu mampu diselesaikan dalam sehari penuh.

Setelah menyelesaikan pelatihan pertamanya, Ubai mulai mencari pekerjaan dengan ijazah SMA dan sertifikat program Kartu Prakerja. Ia diterima bekerja di bidang ketinggian untuk mengaudit antena atau menara di daerah Serang. Dia merasa bahwa kartu prakerja membantunya memiliki modal untuk bekerja.

Karena tak langsung puas atas pencapaiannya, Ubai masih terus ingin meningkatkan level kompetensinya dengan mengikuti pelatihan Autocat. "Pelatihan kedua itu ada link untuk Zoom dan Youtube. Masuk Zoom saya tidak kebagian tempat, akhirnya masuk streaming Youtube. Nah, pada saat itu jadwalnya saya lagi berada di atas tower. Jadi, saya belajar dan ikut pelatihan di atas tower," imbuh pria yang juga memiliki lisensi wasit internasional arung jeram itu.

Pelatihan akuntasi juga diikutinya. Ubai kini bekerja sebagai supervisor pembangunan menara. Beberapa saudara Ubai juga mendaftar dan ikut pelatihan.

Menurutnya, program Kartu Prakerja memberikan manfaat dari pelatihan yang pernah diikutinya. Selain kompetensi yang terus diasah, dia memiliki kemampuan menambah jaringan. Hingga kini, dia masih terus meningkatkan kualitas dan kemampuan dirinya. Ubai mengatakan berminat untuk mengikuti pelatihan K3 migas.

"(Program) Kartu Prakerja, dari kita enggak tau jadi tau, dari yang enggak bisa jadi bisa, dari kita yang enggak punya lisensi jadi punya lisensi. Ini bisa mengubah hidup saya. Kita bisa belajar di mana pun, kapan pun, dan siapa pun gurunya harus diterima," pungkasnya. (*/M-1)

BERITA TERKAIT