31 October 2021, 05:05 WIB

STEVENLY RIO LOGINSI Membuktikan Manfaat Prakerja


NIKE AMELIA SARI | Weekend

TIDAK sedikit orang masih bertanya-bertanya soal manfaat yang diberikan program pemerintah dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan meramaikan dunia kerja, yaitu program Kartu Prakerja. Bahkan ada pula sebagian masyarakat yang masih belum tahu mengenai kartu tersebut.

Terlebih lagi, muncul anggapan bahwa program itu sebatas janji-janji yang dilontarkan Presiden Jokowi saat kampanye pilpres. Program itu juga disebut-sebut berpotensi sebagai ladang korupsi baru.

Kartu Prakerja ialah program pemerintah untuk pemulihan ekonomi nasional dengan pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan yang diluncurkan pada 20 Maret 2020. Hingga kini, gelombang program prakerja telah memasuki gelombang ke-22.

"Hari ini kita akan mencari tahu jawabnya, apakah benar kartu prakerja ini bermanfaat atau sebaliknya, hanya menjadi ajang janji-janji kosong dan sumber korupsi," kata Andy saat membuka acara Kick Andy bertajuk Pantang Padam Meraih Cita yang tayang malam ini.

Andy mengundang beberapa narasumber yang telah mengikuti program Kartu Prakerja. Pertama ialah Stevenly Rio Loginsi atau akrab disapa Rio. Pria tamatan SMA itu dulunya berprofesi sebagai seorang satpam dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.

Sejak pandemi, Rio terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di tempatnya bekerja sebagai satpam. Sebagai kepala keluarga dengan dua anak yang masih sekolah, pria kelahiran Manado itu masih bersyukur lantaran masih memiliki akun ojek online (ojol).

"Waktu di-PHK saya terguncang sekali. Waktu itu juga pandemi, kalau dari pagi sampai malam dapat Rp100 ribu, itu sudah senang sekali. Situasi ini selama tiga-empat bulan," kata Rio.

Di tengah kekalutannya karena tidak kunjung mendapat pekerjaan baru, dia membaca informasi tentang program Kartu Prakerja di Facebook. Rasa ingin tahunya membawanya mencari banyak informasi tentang program Kartu Prakerja, membaca beberapa ulasan, dan melihat ada insentif yang akan diterima peserta. Tentu saja, ini menarik minat Rio untuk mendaftarkan diri menjadi salah satu peserta program di gelombang ketiga.

"Saya nemu di media sosial, terus saya baca-baca dulu. Oh, ada insentif. Ini jadi daya tarik saya pada saat itu karena dalam kondisi sulit saat itu," imbuh Rio.

"Yang terpikir sama saya buat modal karena buat cari lagi kerja agak susah. Lumayan, waktu itu saya baca Rp2,4 juta. Jadi, saya daftar. Setelah daftar, oh, ternyata harus ikut pelatihan dulu, dapat sertifikat, terus insentifnya nanti cair," lanjutnya.

 

Pelatihan

Setelah melewati proses seleksi dan dinyatakan lulus sebagai peserta gelombang ketiga, Rio mengikuti beberapa pelatihan yang ada. Dengan bermodalkan saldo Rp1 juta, ia mendapat tiga pelatihan.

Pelatihan pertama yang dia pilih ialah digital marketing. Pilihan itu didasari keinginan untuk memulai usaha. "Waktu itu karena pandemi, jadi saya pikir saya harus jualan lewat online. Saya tertarik dengan digital marketing. Jadi, saya bisa memasarkan produk saya lewat internet," jelasnya.

Ketika berbagi cerita kepada Andy, sambil tertawa, Rio mengatakan, saat mengikuti pelatihan, ia belum memiliki ide soal produk yang akan ia jual. Baginya, penting untuk belajar terlebih dahulu cara dan teknik berjualan lewat platform digital.

"Saya ikut pelatihan dua-tiga hari. Jadi, kita dikasih modul. Setelah ikut pelatihan, masuk insentif Rp600 ribu, terus saya kaget, oh, ternyata empat kali turunnya," kenang Rio.

Tak lama berselang Rio mendapat informasi dari salah seorang temannya bahwa terdapat lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan seluler. Karena tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, Rio pun mencoba peruntungan dengan mengajukan lamaran.

Usaha kerasnya mencari pekerjaan tak sia-sia. Dengan bekal ilmu digital marketing dan ditambah dengan adanya sertifikat program Kartu Prakerja, Rio pun diterima. "Sertifikat ini diakui. Buktinya tiga hari kemudian, saya ditelepon, ternyata yang menelepon itu General Manager langsung. Dia tertarik dengan sertifikat saya itu," jelasnya.

Hampir dua bulan Rio bekerja sebagai tim promosi di perusahaan provider tersebut. Kemudian, dia dipanggil dan diberi penilaian. Tak disangka, Rio mendapatkan nilai yang positif dari atasannya.

Saat dipanggil atasannya, Rio juga diminta untuk membuat sebuah poster. Pada saat itu, Rio tidak tahu dan tidak mengerti bagaimana cara membuat poster. Tak putus akal, dia pun memanfaatkan kembali saldo kartu prakerjanya dari pemerintah yang masih tersisa.

Tanpa berpikir panjang, Rio mengambil pelatihan Photoshop. Setelah itu, Rio menunjukkan dia mampu menyelesaikan tugasnya membuat poster.

"Buka (kartu) prakerja masih ada saldo. Saya ambil Photoshop untuk mengedit gambar. Saya ambil Photoshop tiga hari daring," papar Rio.

Kemudian, atas kinerjanya yang sangat bagus, Rio kembali dipanggil atasannya dan ditawari sebagai supervisor di dua area. Menurut Rio, pelatihan yang diberikan program Kartu Prakerja sangat memberikannya peluang untuk mengasah keterampilannya sehingga membuatnya mendapatkan pekerjaan yang tak dibayangkannya sebelumnya.

Kini dampak pandemi masih dirasakannya meskipun tak separah sebelumnya. Ia memutar otak ketika banyak area ditutup sehingga membuat distribusi barang ke toko-toko menjadi terbatas.

Lagi-lagi Rio memanfaatkan saldo pelatihan yang tersisa untuk belajar pemasaran daring. Dia mengaku, setelah ilmu-ilmu yang dia dapatkan di pelatihan ini diterapkannya, omzet perusahaan kembali naik.

Kini, Rio sudah membawahkan 17 sales person dan memegang dua kota dan lima kabupaten. Perjalanan hidupnya dalam berjuang kembali mendapatkan pekerjaan pasca-PHK membawanya ke pekerjaan yang lebih baik.

Dia pun terus meningkatkan kualitas dirinya dan lebih berani mencoba untuk melakukan sesuatu yang baru. Selain itu, dia merangkul alumnus program Kartu Prakerja yang belum berhasil mendapat kerja untuk bisa berkarya di tempatnya bekerja.

"Kebetulan ada instruksi langsung dari Pak Jokowi melalui Pak Menko (Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto) harus pelihara alumnus-alumnus (program Kartu) Prakerja. Jadi, sekarang ada Komunitas Alumni Prakerja Indonesia. Jadi, tiap provinsi itu ada koordinator wilayah," ungkap pria yang menjadi koordinator wilayah Manado itu.

"Tujuannya kita ingin mengajak teman-teman yang belum ikut dan yang sudah ikut (program Kartu) Prakerja dan memberitahu manfaat (program Kartu) Prakerja. Saya sudah ada dua alumnus yang saya ajak kerja di tempat saya jadi sales (person) saya," pungkas Rio yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Maret lalu. (M-1)

BERITA TERKAIT