17 September 2021, 22:54 WIB

Dari Sayembara Cerpen sampai Lelang Puisi, Media Indonesia Gelar Festival Bahasa dan Sastra


Fathurrozak | Weekend

Menyambut momentum Sumpah Pemuda pada Oktober esok, harian Media Indonesia menggelar Indonesia Sejati: Festival Bahasa dan Sastra.

Dalam gelaran perdana ini, akan ada sayembara cerpen untuk para pelajar, mahasiswa, dan juga publik umum, lelang puisi para penyair, dan rangkaian gelar wicara yang membahas salah satu di antaranya tentang bahasa dan dialek daerah yang kian terancam punah.

Ketua pelaksana Festival Bahasa dan Sastra Media Indonesia, Adiyanto, menuturkan kehadiran festival dapat menjadi medium untuk kembali merefleksikan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena ini terkait dengan Sumpah Pemuda dan peringatan bulan bahasa pada Oktober, kami berharap melalui festival ini, kita lebih menghargai lagi penggunaan bahasa Indonesia dalam laku kehidupan sehari-hari. Seperti yang dicetuskan dalam kongres pemuda beberapa tahun silam yang menyerukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan,” terang Adiyanto, Senin (13/9).

Pada sayembara cerpen, tema yang diambil adalah Dunia Setelah Pandemi. Ini sebagai respons pada situasi krisis pandemi yang masih melanda. Pengiriman naskah cerpen dimulai sejak Senin silam (13/9), dan akan berakhir pada 15 Oktober mendatang. 

“Pandemi covid-19 telah mempengaruhi berbagai sendi kehidupan, tidak hanya kesehatan tapi juga ekonomi, budaya, hingga politik. Saya kira tidak ada satu pun yang berharap pandemi ini terus menetap. Semua pasti punya angan-angan atau setidaknya mengkhayalkan seperti apa sih dunia ini setelah wabah berakhir,” terang redaktur Media Indonesia tersebut.

Mengingat terselenggaranya festival ini berkaitan dengan momentum Sumpah Pemuda, sayembara cerpen ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa, selain publik umum. Salah satu yang akan menjadi juri di antaranya adalah sastrawan Damhuri Muhammad.

Selain sayembara cerpen, salah satu program yang juga bakal hadir adalah lelang puisi. Ini adalah donasi puisi dari sejumlah penyair ternama di Tanah Air. Penyair kawakan Remy Sylado pun bakal mendonasikan puisi tulisan tangannya. 

“Siapa pun bisa ikut lelang yang hasilnya akan kita berikan untuk para anak yatim piatu korban pandemi.” 

Program yang juga bisa diikuti publik adalah rangkaian gelar wicara, yang salah satunya bakal membahas mengenai ancaman kepunahan dialek dan bahasa daerah.

“Kita tahu banyak ragam bahasa dan dialek di Nusantara. Mungkin ribuan jumlahnya. Nah, sayang jika kekayaan ini tidak kita lestarikan.” (M-2) 

BERITA TERKAIT