13 September 2021, 11:56 WIB

Minim Aktivitas, Tapi Lelah Sepanjang Waktu? Ini Sebabnya


Nike Amelia Sari | Weekend

 

Merasa lelah sepanjang waktu bisa disebarkan oleh berbagai macam faktor, di antaranya masalah gangguan tidur seperti sleep apnea atau kebisingan di malam hari.

Salah satu penyebab kelelahan yang tak terduga ialah tidak banyak bergerak. Penelitian menunjukkan bahwa berjalan-jalan saja dapat meningkatkan energi seseorang sebesar 20%.

Ada banyak penyebab timbulnya rasa lelah sepanjang waktu bahkan jika sudah cukup tidur. Jika Anda sering merasa lelah, penting untuk mengetahui penyebabnya.

Berikut beberapa penyebab kelelahan, seperti dikutip dari psychologytoday.com, Jumat (10/9). 

1. Makan Terlalu Sedikit. 

Beberapa orang melakukan diet ketat atau melewatkan makan karena sibuk. Tetapi penting untuk disadari jika kurangnya makanan bisa membuat Anda lelah karena makanan merupakan sumber energi.

2. Makan Terlalu Sedikit Karbohidrat atau Terlalu Banyak

Jika sering melewatkan sarapan atau waktu makan lainnya, maka Anda akan mudah merasa lelah sepanjang waktu. Sama halnya dengan kelebihan karbohidrat, beberapa orang kelebihan karbohidrat seperti terlalu banyak mengonsumsi keripik kentang atau roti, yang juga dapat menyebabkan kelelahan karena tubuh dengan cepat mengubah makanan tersebut menjadi gula.

3. Berolahraga Tanpa Makan 

Jika Anda melewatkan sarapan pagi atau waktu makan lainnya sebelum berolahraga, Anda tentu saja juga dapat mudah lelah setelahnya.

4. Dehidrasi

Bukti terbaru menunjukkan bahwa kafein dalam jumlah sedang tidak menyebabkan dehidrasi, tetapi jika berlebihan akan menyebabkan diare atau berkeringat serius. Dehidrasi juga menyebabkan tubuh mudah lelah.

5. Zat Besi Rendah

Terlalu sedikit zat besi dalam makanan dapat menyebabkan kelelahan, terutama jika berkaitan dengan penyakit anemia, suatu kondisi ketika tubuh memiliki terlalu sedikit hemoglobin atau tidak cukup sel darah merah. Dengan anemia, sel-sel tubuh menjadi kekurangan oksigen. Kondisi ini ditandai dengan kulit pucat, sakit kepala, sesak napas, atau pusing.

6. Kualitas Tidur Buruk

Tubuh juga mudah lelah jika memiliki kualitas tidur yang buruk. Cara terbaik untuk merasa istirahat adalah pergi tidur pada waktu yang hampir sama setiap malam dan bangun pada waktu yang sama. Jika Anda memiliki jam sibuk dan mengandalkan mengejar ketinggalan di akhir pekan, Anda cenderung sering merasa lelah.

Kondisi lain yang memperburuk kualitas tidur ialah sleep apnea, suatu kondisi ditandai dengan tidur mendengkur. Kebisingan juga menjadi penyebab kualitas tidur buruk. Orang yang terpapar kebisingan lalu lintas malam lebih cenderung memiliki penyakit jantung dan minum obat tidur, yang tidak mengembalikan kualitas tidur mereka sepenuhnya.

Hal ini dikarenakan kebisingan membuat tubuh berada di bagian yang lebih dangkal dari siklus tidur dan mempersingkat periode selanjutnya ketika denyut nadi dan laju pernapasan melambat dan bermimpi. 

Selain itu, penting juga untuk mengonsultasikan ke dokter jika Anda mengalami kelelahan terus menerus karena itu mungkin dikarenakan penyakit lain seperti penyakit jantung, hipotiroidisme, diabetes, hepatitis, dan sindrom kelelahan kronis semuanya dapat menyebabkan kelelahan yang berkelanjutan.

Kelelahan juga dapat merupakan efek samping dari obat tekanan darah, statin, dan fibrat, obat refluks asam, obat anti kecemasan, antihistamin, antidepresan, antipsikotik, antibiotik, dan diuretik. Obat juga bisa memicu depresi, yang bisa membuat Anda merasa lelah sepanjang waktu. (M-2) 

BERITA TERKAIT