03 September 2021, 23:43 WIB

Penelitian ini Kukuhkan Manfaat Minum Teh untuk Kesehatan Mental


Nike Amelia Sari | Weekend

Hingga saat ini, teh masih menjadi salah satu pilihan minuman populer. Selain populer, teh juga kaya manfaat untuk kesehatan. Temuan dari para peneliti dari Universitas Peking menjelaskan jika minum secangkir teh telah terbukti meningkatkan kekuatan otak dan meningkatkan kinerja dalam tugas-tugas kreatif.

Para peneliti melakukan eksperimen untuk melihat apakah minum teh dapat meningkatkan kemampuan kita untuk melakukan apa yang disebut pemikiran konvergen.

Penelitian yang dilakukan oleh psikolog Lei Wang dari Peking University, Tiongkok, dan rekannya menunjukkan kebiasaan minum teh berpotensi mendatangkan  manfaat kognitif, serta manfaat kesehatan dengan umur yang lebih panjang.

"Hasil kami menunjukkan bahwa teh dapat membantu meningkatkan kinerja mental ketika menghadapi tugas yang sangat menantang. Teh juga membantu orang bertahan dalam tugas itu tanpa melelahkan. Penelitian kami juga menunjukkan bahwa peminum teh rutin mendapat manfaat kognitif yang lebih besar dibandingkan dengan peminum teh yang sesekali," jelas Dr Wang, seperti dikutip dari dailymail.co.uk, Kamis (2/9).

Pada studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Food Quality and Preference ini merekrut total 100 individu dan menugaskan mereka untuk menyelesaikan tugas asosiasi kata atau memecahkan teka-teki, yang diatur ke berbagai tingkat kesulitan.

Pertama-tama, setiap peserta studi diberi minum secangkir air atau salah satu teh hitam Lipton, kedua minuman tersebut dipanaskan hingga suhu sekitar 108°F atau 42°C.

Tim menemukan bahwa peminum teh memperlihatkan performa lebih baik daripada peminum air ketika mengatur tugas kreatif dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Namun, manfaat secangkir teh terlihat hanya sedikit ketika tantangan yang dihadapi memiliki tingkat kesulitan yang lebih rendah. Selain itu, teh juga ditemukan terkait dengan pemecahan masalah yang sulit, saat peserta studi pindah ke tes kedua mereka.

Tim juga menemukan bahwa peserta dalam kelompok teh lebih bahagia dan lebih tertarik pada tugas daripada mereka yang berada di kelompok air.

"Hasilnya memiliki makna praktis yang penting bagi mereka yang terlibat dalam pekerjaan kreatif atau mereka yang rentan terhadap kelelahan," simpul tim. (M-2)

BERITA TERKAIT