31 August 2021, 09:05 WIB

Ini yang Harus Diperhatikan Peserta Indonesia Menari Virtual 2021


Galih Agus Saputra | Weekend

Usai gagal digelar tahun lalu karena pandemi Covid-19, salah satu kompetisi tari terbesar di Tanah Air, yakni Indonesia Menari kini kembali hadir. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, event kali ini akan berlangsung secara daring lewat tajuk Indonesia Menari Virtual 2021.

Adanya perbedaan media penampilan kali ini, salah satu juri Indonesia Menari Virtual 2021, Ufa Sofura memberikan sedikit tipsnya, terutama berkaitan dengan latar (background) dan kostum yang dapat digunakan peserta.

Ufa dalam sesi bincang Indonesia Menari Virtual 2021 di akun Instagram @indonesia_kaya, Senin, (30/8), mengatakan kostum pada dasarnya tidak menjadi bagian dari penilaian utama. Akan tetapi, perlengkapan ini juga menjadi salah satu perhatian juri karena kostum pada dasarnya dapat menunjang penampilan si penari.

"Jadi kadang-kadang, ketika kostumnya biasa saja, penjiwaannya juga kurang terdukung. Padahal ketika penjiwaannya sudah bagus, otomatis kita juga langsung on, dan ready. Menurutku itu sangat penting, disamping nyaman buat kalian dan jangan terlalu ribet juga, karena nanti akan susah menari," tuturnya.

Ufa lantas menjelaskan penilaian juri lebih tertuju pada bagaimana si penari membawakan koreografi yang telah disediakan untuk peserta 'Indonesia Menari Virtual 2021'. Selain itu, juri juga akan mengamati sisi ekspresi, penjiwaan, hingga kepenarian para penari.

Untuk memudahkan penilaian, Ufa juga menyarankan agar video yang dikirim peserta menampilkan bagian tubuh secara penuh, mulai dari ujung kaki hingga kepala. Potongan dalam bingkai video dirasa akan menyulitkan para juri dalam memberikan penilaian, terlebih pada bagian tangan yang menampilkan lebih banyak detail gerakan tarian.

"Untuk background banyak juga yang bingung. Bagaimana sih baiknya? Sebenarnya terserah mau indoor atau outdoor. Tapi agar dewan juri bisa fokus pada kalian, jangan tiba-tiba backgroundnya pasar atau yang banyak orang. Kedua yang lebih aman pasti tempat yang sepi. Karena, dalam situasi demikian cukup memungkinkan untuk membuka masker. Ini sebenarnya juga bukan penilaian utama tapi akan sangat membantu si penari lebih fokus menampilkan koreografi karena kalau depan atau belakangnya banyak aneh-aneh, takutnya justru memunculkan distraksi," imbuh Ufa.

Ufa juga mengatakan video yang dikirim peserta tidak perlu menampilkan dua sisi. Cukup tampak depan, karena yang terpenting adalah kesesuaian dan keseruan para peserta dalam menampilkan koreografi. Bagi mereka yang kurang paham dengan cara membuat atau menyunting video, dewan juri juga telah menyediakan tutorial yang dapat diakses melalui laman Indonesia Kaya. (M-4)

BERITA TERKAIT