15 August 2021, 17:14 WIB

Tips Memulai Bisnis Desain Interior bagi Pemula


Retno Hemawati | Weekend

Ketika bisnis properti sedang tinggi-tingginya, di situ pula ada peluang bagi desainer interior. Terlebih masyarakat kini mulai membuka mata terhadap desain rumah agar terlihat estetik.

Rumah seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk pulang. Maka, penataan desain interior sangat diperlukan agar penghuni merasa nyaman dan betah di rumah.

Untuk memulai bisnis desain interior, hal pertama yang harus Anda miliki adalah pengetahuan untuk menciptakan ruang hidup. Selain itu, semangat dan keinginan untuk merealisasikan ruangan bangunan yang disukai klien. "Klien umumnya menyukai desain yang berpengalaman, namun jika Anda menyusun beberapa pemasaran yang cerdas, bisnis desain interior Anda juga dapat membuat terobosan," ujar Henry Aritonang, pemilik, influencer sekaligus desainer Creative Interior Service melalui rilis yang diterima Mediaindonesia.com, Minggu (15/8).

Menurut Henry, pebisnis desainer interior pemula harus mengenali calon klien dengan baik. Bisa dengan melakukan riset tentang segmen pasar dan mencari tahu ukuran pasar, produk spesifik serta layanan yang umum diminati.

Agar bisnis semakin dipercaya oleh khalayak, penting untuk membuat logo perusahaan. Henry menyarankan, logo dibuat unik untuk membangun identitas merek Anda.

Selain sebagai identitas, logo perusahaan dibuat untuk menarik perhatian klien. Dari logo yang unik itu, klien timbul rasa ingin tahu mengenai perusahaan Anda.

Dalam tahap menyiapkan bisnis interior, pemula harus memilih entitas bisnis. Seperti kepemilikan tunggal atau korporasi. "Ini penting untuk pajak bisnis dan tingkat risiko yang akan dihadapi jika ada masalah hukum di kemudian hari," kata Henry.

Pemilik Instagram @henryaritonangg itu juga menyarankan untuk membuat situs resmi bisnis. Kemudian ubah pengunjung menjadi pelanggan dan halaman situs harus cepat navigasi.

Memiliki situs resmi di sini sangat penting. Klien cenderung lebih percaya perusahaan yang memiliki situs resmi. Dari sana pula, klien akan lebih mudah mendapatkan informasi mengenai perusahaan dengan mudah dan praktis.

Jangan sampai terlewat memberikan informasi secara detail dan relevan mengenai perusahaan Anda. Seperti detai kontak, kebijakan privasi, syarat dan ketentuan dan juta testimonial. "Komponen penting dari bisnis desain interior adalah merinci proses yang dihadapi klien seperti konsultasi awal, proposal, kontrak dan juga di belakang layar seperti akuntasi dan pembukuan," imbuhnya.

Henry menambahkan, hal yang tak kalah penting dalam menentukan kesuksesan bisnis desain interior adalah mengelola keuangan. Ia menyarankan untuk menyimpan kuitansi dan semua keuangan untuk sepenuhnya mematuhi hukum bisnis. Bila kesulitan, tak ada masalahnya menyerahkan kepada akuntan profesional. (OL-12)

BERITA TERKAIT