05 August 2021, 22:15 WIB

Meghan Markle Berulang Tahun ke-40, Lalu Apa Arti Psikologis Usia Ini?


Nike Amelia Sari | Weekend

DUCHESS of Sussex, Meghan Markle baru saja berulang tahun ke- 40. Untuk merayakannya, ibu dari dua anak itu membuat gerakan baru bertajuk 40x40.

Dalam video baru yang diunggah ke situs gerakan sosialnya, Archewell, Meghan menggandeng komedian  Melissa McCarthy untuk membahas soal inisiatif baru itu. 

"Karena saya berusia 40 tahun, saya meminta 40 teman untuk menyumbangkan 40 menit waktu mereka untuk membantu membimbing seorang perempuan yang ingin kembali ke dunia kerja," kata istri Pangeran Harry adalam video yang juga di akun Instagram @melissamccarthy, Rabu (4/8).

Di luar soal gerakan baru Meghan, usia 40 tahun memang dianggap usia spesial untuk banyak orang. Sebab usia ini kerap dikaitkan dengan kemampanan dalam kehidupan baik secara psikologis maupun material. Tidak heran ada ungkapan terkenal, "Life Begins at Forty". 

Lalu bagaimanakah pandangan psikologis sebenarnya terkait usia ini? Temuan dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr John Garry dari Queen's University, Belfast mengungkapkan bahwa ungkapan "Life Begins at Forty" memberikan gambaran kebahagiaan. "Usia tua tidak berarti penurunan kebahagiaan," ungkap Dr Garry, dikutip dari Sciencedaily. 

Istilah Life Begins at Forty menandai ungkapan bahwa usia 40 sebagai proses pendewasaan dan kematangan manusia. Pendapat ini juga didukung oleh Psikolog Elizabeth B Hurlock dalam bukunya "Development Psychology" menuliskan bahwa usia 40-60 tahun sebagai fase usia Dewasa Madya. 

Awal usia Dewasa Madya jatuh pada usia 40 tahun yang sebetulnya adalah usia matang baik dalam hubungan kerja, keluarga dan sosial kemasyarakatan. Ini berarti bahwa usia 40 merupakan fase yang mempunyai makna tersendiri dalam rentang perjalanan hidup seseorang karena pada usia ini juga dianggap matang dalam pola pikir dan pengalaman hidup.

Secara karakter, seseorang yang telah berusia 40 tahun, karakternya telah kokoh dan tidak mudah berubah kembali. Kondisi karakter ini bisa disebut stabil. Selain karakter, kondisi emosional dan material seseorang mungkin juga sudah menetap.

Di sisi lain, pada saat semua aspek kehidupan telah dirasa stabil, pada usia ini bisa timbul tantangan baru, yakni mulai munculnya kebosanan atau kejenuhan atau dikenal juga sebagai krisis paruh baya (midlife crises). Saat jenuh dirasakan, maka seseorang akan melakukan hal yang tidak biasa. Kebanyakan pria pada usia 40-an berusaha untuk menolak keadaan dirinya yang telah tua. Fase inilah yang disebut puber kedua pada laki-laki. Meskipun begitu, puber kedua juga bisa dapat terjadi pada wanita.

Selain itu, pada usia 40 tahun juga akan terjadinya penurunan fungsi-fungsi tubuh, salah satunya fungsi otak dalam menerima informasi-informasi baru. Akan tetapi, pada usia ini juga seseorang akan lebih mudah menerima informasi yang berkaitan dengan masa lalu yang sudah tersimpan di otaknya.

Psikolog juga menyebutkan bahwa pada usia ini menjadi usia tantangan bagi seseorang lantaran pada usia ini seseorang mempunyai dua tanggung jawab generasi yaitu generasi dibawahnya, anak-anaknya dan generasi di atasnya, terhadap orang tuanya. (M-1)

BERITA TERKAIT